// <![CDATA[KARAKTERISTIK FENOMENA STUDENTIFIKASI KAWASAN PERGURUAN TINGGI DI KOTA SURAKARTA]]> 0418066502 - Dr. Sadar Yuni Rahardjo, Ir., MT. Dosen Pembimbing 1 SANVIGE PRASKA KUSUMA / 242021048 Penulis
Fenomena studentifikasi merupakan proses masuknya penduduk pendatang yang didominasi oleh mahasiswa pada suatu kawasan sehingga mengubah struktur kehidupan penduduk pada aspek fisik dan non fisik kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik fenomena studentifikasi kawasan perguruan tinggi di Kota Surakarta yang dilihat berdasarkan pola perkembangan tutupan lahan, peran dan kebijakan pemerintah, serta dampak yang ditimbulkan karena fenomena ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis campuran, yakni kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data tutupan lahan dari Citra Landsat tahun 2002-2022 yang telah diidentifikasi untuk melihat karakteristik berdasarkan pola perkembangannya kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Karakteristik berdasarkan peran dan kebijakan pemerintah ditinjau berdasarkan hasil wawancara, rencana pola ruang, dan struktur ruang, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Karakteristik berdasarkan dampak fenomena studentifikasi dilihat berdasarkan hasil kuesioner yang melibatkan 100 sampel yang kemudian dianalisis menggunakan metode kuantitatif skala likert. Hasil analisis menjelaskan bahwa semakin tinggi jumlah mahasiswa pada kawasan maka pola perkembangan fenomena studentifikasi akan semakin tinggi peningkatan tutupan lahannya. Hasil analisis menyebutkan paling signifikan dan berpotensi untuk lebih berkembang adalah bagian timur Kota Surakarta, yang mana terdiri dari UNS dan ISI Surakarta. Peran pemerintah dalam mengelola fenomena studentifikasi adalah melakukan peningkatan pada sektor keamanan, pengadaan jaringan jalan dan drainase, pemberian izin usaha, hingga pengadaan program-program yang sesuai dengan ciri kawasan tersebut. Hasil analisis dampak positif dari fenomena studentifikasi adalah adanya peningkatan pendapatan penduduk, peningkatan kualitas kebersihan, dan peningkatan jumlah sarana prasarana, hingga peningkatan harga lahan, sedangkan dampak negatifnya adalah peningkatan angka kriminalitas kawasan dan penurunan interaksi antar masyarakat, khususnya budaya sapa-menyapa.