// <![CDATA[IDENTIFIKASI TUTUPAN LAHAN PADA KAWASAN BERPOTENSI BANJIR PESISIR (ROB) DI KABUPATEN SUBANG]]> 120160605 Dr. rer. nat. Dian N. Handiani Dosen Pembimbing 1 KEMAS NURHADI ABDUL JABBAR / 232016025 Penulis
Banjir rob telah menjadi ancaman serius bagi Kabupaten Subang. Beberapa area desa di Kecamatan Sukasari, Legon Kulon dan Pamanukan mengalami banjir rob di rentang tahun 2018 sampai dengan tahun 2022. Bencana banjir rob dengan intensitas tinggi mengakibatkan tergenangnya daratan, rusaknya fasilitas-fasilitas umum, dan infrastruktur lainnya, sehingga menyebabkan kerugian yang besar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kawasan-kawasan tutupan lahan yang berpotensi terkena banjir rob. Identifikasi wilayah banjir rob menggunakan metode Change Detection menggunakan data citra satelit Sentinel di bulan Desember 2021 dan bulan Januari tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan nilai threshold perbandingan citra sebelum dan sesudah banjir adalah 1,0 untuk kejadian banjir tahun 2021 dan 1,05 untuk kejadian banjir tahun 2022. Hasil identifikasi banjir rob menunjukkan kesesuaian dengan informasi banjir di Kecamatan Sukasari dan Pamanukan pada tahun 2021 dan 2022. Selanjutnya, hasil identifikasi area banjir rob di pesisir Kabupaten Subang memiliki luasan area lebih besar di bulan Januari tahun 2022 dibandingkan bulan Desember tahun 2021, luasan dan persentase area banjir rob adalah 14.870,73 ha, sekitar 34,72% dari total area kajian di tahun 2021. Sedangkan, di tahun 2022 total luas area terkena banjir rob sebesar 18.845,66 ha, sekitar 44,01% dari total area kajian. Adapun, tutupan lahan terdampak banjir rob dominan lebih luas di tahun 2022 dibandingkan tahun 2021 adalah lahan terbangun, padang rumput, dan perkebunan, serta area-area terdampak lebih luas tersebut di Kecamatan Blanakan, Ciasem, Legon Kulon, Pamanukan, Pusakanagara, dan Sukasari.