PEMETAAN MULTI HAZARD BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA CIMAHI
Menurut Peraturan Wali Kota Cimahi Nomor 13 Tahun 2022 Kota Cimahi rentan terhadap 2 bahaya alam yaitu bahaya banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu diperlukan upaya mitigasi untuk mengurangi dampak dari kedua bencana tersebut. Salah satu upaya mitigasi adalah dengan melakukan pemetaan multi hazard. Pemetaan multi hazard merupakan penggabungan dari bahaya-bahaya, baik bahaya alam maupun bahaya yang disebabkan aktivitas manusia. Pemetaan multi hazard di Kota Cimahi ini disusun dengan melakukan serangkaian tahapan yaitu membuat peta rawan dari masing-masing yang kemudian ditumpang susunkan. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan, serta untuk mendapatkan klasifikasi rawan multi hazard digunakan matriks Vulnerability Capacity Analysis. Dari hasil pemetaan didapatkan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi memiliki luasan area 16,95 km² dan kerawanan sangat tinggi dengan luas 16,41 km², sedangkan pada area rawan tanah longsor dengan kerawanan tinggi memiliki luasan area 1,44 km² dan kerawanan sangat tinggi dengan luas 0,70 km². Pada pemetaan multi hazard di Kota cimahi tidak terdapat wilayah dengan kerawanan sangat tinggi akan terjadinya kedua bencana, sedangkan pada wilayah dengan kerawanan tinggi terdapat dengan luasan 1,18 km². Pada pemetaan multi hazard dengan konsep skenario terburuk mendapatkan hasil kerawanan sangat tinggi dengan luasan 17,11 km² dan kerawanan tinggi dengan luas 18,39 km² dari total wilayah Kota Cimahi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2023).PEMETAAN MULTI HAZARD BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA CIMAHI ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.PEMETAAN MULTI HAZARD BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA CIMAHI ().Teknik Geodesi:FTSP,2023.Text
MLA Style
.PEMETAAN MULTI HAZARD BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA CIMAHI ().Teknik Geodesi:FTSP,2023.Text
Turabian Style
.PEMETAAN MULTI HAZARD BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA CIMAHI ().Teknik Geodesi:FTSP,2023.Text