// <![CDATA[ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH DI CIREBON DAN SEKITARNYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DINSAR]]> 0407096502 - Dr. Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 AINNA NURRIL AZMI / 232019073 Penulis
Cirebon Raya merupakan salah satu wilayah metropolitan yang sedang dan akan terus berkembang di Provinsi Jawa Barat. Tingginya populasi penduduk di kota ini mengakibatkan pesatnya pembangunan area permukiman, perkembangan kota yang sangat pesat memberikan beban yang sangat besar terhadap permukaan tanah dan penggunaan air tanah dalam skala yang besar. Penurunan muka tanah di Cirebon antara 0,3cm hingga 4cm pertahun, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju penurunan muka tanah di Cirebon dan sekitarnya pada tahun 2020, 2021, dan 2022 dan mengkaji hasil penurunan muka tanah dengan penelitian sebelumnya menggunakan metode (Differential Interferometric Synthetic Aperture Radar) DInSAR. Data yang digunakan citra Synthetic Aperture Radar (SAR) Sentinel-1A pada januari 2020 hingga januari 2023. Hasil pengolahan DInSAR di Tahun 2020 penurunan muka tanah tertinggi sebesar -0,15m, tahun 2021 penurunan muka tanah tertinggi sebesar - 0,231m, dan tahun 2022 penurunan muka tanah tertinggi sebesar -0,101m. Hasil pengolahan DInSAR dengan penelitian terdahulu terdapat kesesuaian antara cakupan area yang mengalami penurunan muka tanah pada penelitian terdahulu, dengan penurunan muka tanah terjadi di wilayah Kecamatan Kapetakan dan kecamatan Pangenan.