// <![CDATA[ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN BORAKS TERHADAP WAKTU IKAT, KELECAKAN, DAN KUAT TEKAN PADA BETON GEOPOLIMER]]> 0410069201 - Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 AHMAD NABIL HAIDAR / 222018216 Penulis
Dalam dunia konstruksi penggunaan beton sangat dibutuhkan untuk membangun berbagai macam infrastruktur, seperti jembatan, gedung, bendungan dan bangunan lainnya, umumnya menggunakan beton sebagai bahan utama. Penggunaan beton dinilai masih efektif, karena memiliki nilai kuat tekan yang tinggi dan mudah untuk dikerjakan. Produksi semen sebagai bahan utama pembuatan beton saat ini menghasilkan banyak emisi gas CO2, yang mana jika kondisi ini berlangsung sangat lama akan berdampak buruk bagi lingkungan hidup. Para ahli mulai mengembangkan inovasi beton yang tidak lagi menggunakan semen sebagai bahan utama, melainkan menggunakan fly ash dan alkali aktivator yang terdiri dari larutan NaOH dan Na2SiO3 sebagai bahan utama atau bisa disebut beton geopolimer. Fly ash diaggap dapat menggantikan semen karena memiliki banyak kandungan silika didalamnya. Permasalahan yang muncul adalah ketika pada proses pencampuran beton geopolimer terjadi sangat cepat, sehingga sulit dalam proses pencetakan. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana pengaruh penambahan boraks terhadap beton geopolimer pada umur 7, 14, dan 28 hari terhadap waktu ikat, kelecakan, dan kuat tekan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Variasi penambahan boraks yang ditambahkan adalah 0%; 2,5%; 5%; dan 10% dengan waktu ikat akhir didapatkan berturut-turut adalah 7, 9, 11, dan 16 menit