// <![CDATA[PRETREATMENT LIMBAH WHITE TIPPING DI PT BUKIT MURIA JAYA DENGAN MENGGUNAKAN BENTONIT DAN NaOH]]> Maya Ramadianti Musadi, Ir., MT., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 Rizka Amaliani / 142019039 Penulis Aurrel Aliffya Dion / 142019045 Penulis
Pertumbuhan industri yang semakin meningkat membawa dampak bagi lingkungan dan juga kesehatan makhluk hidup, salah satunya dengan adanya limbah yang dihasilkan dari suatu proses dalam industri. Limbah yang dihasilkan juga ada biodegradable dan non-biodagradable. Pembuatan kertas di PT Bukit Muria Jaya menghasilkan limbah cair dan limbah padat. Limbah padat yang akan diangkut oleh pihak ketiga dilakukan proses pengepressan terlebih dahulu. Sedangkan limbah cairnya akan dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dibuang, salah satu limbah cair yang dihasilkan ialah dari produksi kertas jenis White Tipping yang kemudian diolah dengan penambahan koagulan dan flokulan sebelum dilakukan proses sedimentasi. Masalah yang dihadapi oleh PT Bukit Muria Jaya adalah pada kejernihan dan padatan yang masih mengapung akibat adanya kandungan rosin dalam limbah tersebut yang sulit diendapkan jika hanya dengan penambahan koagulan dan flokulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penambahan bentonite dan NaOH sebagai proses pretreatment sebelum ditambahkan koagulan dan flokulan. Analisis yang dilakukan meliputi nilai turbiditas, pH, TSS, dan COD. Percobaan pre-treatment pada limbah white tipping dilakukan denganmetode jartes dengan memvariasikan jumlah bentonite, NaOH, koagulan dan flokulan yang ditambahkan untuk melihat pengaruhnya terhadap turbiditas. Hasil effluent (air hasil pengolahan) yang diperoleh dengan penambahan NaOH dan bentonit memenuhi standar PERMEN LH No. 5 Tahun 2014 Lamp. 35 ditinjau dari parameter pH, turbiditas, TSS, dan COD. Jumlah bentonit, NaOH, koagulan (PAC) dan flokulan (polimer anionic) yang hasilnya paling efektif untuk menurunkan turbiditas limbah ialah 3 gram bentonite, 0,75 mL, dosis koagulan 90 ppm, dan dosis flokulan 0,8 ppm.