// <![CDATA[PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM OPERASI PENGENDALI LOGIKA TERPROGRAM BERBASIS MIKROKONTROLER 80C31]]> Widowati Soegijardjo, lr Dosen Pembimbing 1 RASMAN /1196068 Penulis Dr. Ir. Bambang Riyanto, M.Sc. Dosen Pembimbing 2
Pada sistem PLC yang berbasis mikrokontroler 80C31 ini (disebut dengan PLC LSKK) terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat lunak ini terdiri dari dua macam yaitu sistem operasi PLC (pada PLC) dan perangkat lunak pemrograman dalam bahasa ladder (pada PC). Perangkat lunak pemrograman dalam bahasa ladder ini digunakan untuk membuat suatu program aplikasi kendali dalam bentuk simbol-simbol (gambar-gambar) dan menghasilkan kode heksadesimal yang ekivalen. Sedangkan sistem operasi PLC merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk mengeksekusi kode heksadesimal yang berasal dari PC sehingga menghasilkan suatu instruksi PLC. Dengan demikian agar kedua perangkat lunak ini dapat mengkomunikasikan data dengan benar maka diperlukan adanya kesepakatan dalam hal format data yaitu kode heksadesimal, urutan data yaitu mnemonic lalu diikuti oleh operand, serta space data yaitu mnemonic dan operand masing-masing terdiri dari 2 karakter. Dengan adanya sistem operasi ini diharapkan perangkat keras PLC dapat mengendalikan suatu plant yang terpasang pada unit keluaran PLC berdasarkan program aplikasi kendali yang dieksekusi oleh sistem operasi dan kondisi unit masukan PLC. Sistem operasi yang direalisasikan ini mengacu pada perangkat keras yang dibuat o/eh Ismail Rochim dan perangkat lunak pemrograman bahasa ladder yang dibuat oleh Helmiadi, sehingga sistem operasi ini hanya cocok untuk PLC LSKK ini. Kode heksadesimal yang merupakan ekivalensi dari suatu program aplikasi kendali dieksekusi oleh sistem operasi untuk diterjemahkan menjadi suatu instruksi PLC dengan cara mencocokkan kode heksadesimal ini dengan suatu kode heksadesmal pada tabel instruksi PLC (dalam program system operasi), kemudian sistem operasi akan menjalankan instruksi PLC yang sesuai sehingga menghasilkan suatu perintah pengendalian yang harus dikerjakan oleh perangkat keras PLC. Adapun instruksi PLC yang direalisasikan pada PLC LSKK adalah sebatas instruksi dasar yaitu instruksi Load, Load Not, Store, Store Not, AND, OR, AND Not, OR Not, Set, Reset, Compare (=, <, >) dan instruksi standar yaitu Timer dan Counter. Disamping itu sistem operasi ini mampu melayani beberapa macam interupsi yaitu interupsi STOP, RUN, RESET dan interupsi serial (download, upload dan monitoring). Untuk mengetahui keberhasilan sistem operasi yang dirancang dan direalisasikan ini dilakukan pengujian dengan membuat suatu program aplikasi kendali sederhana yaitu suatu traffic light sederhana, kemudian program aplikasi kendali ini diuji dengan dua metoda yaitu simulasi dengan bantuan software simulator SIM51 ENG (software simulator khusus untuk mikrokontroler Intel) dan dengan metoda nyata yaitu dengan mengisikan program sistem operasi yang telah direalisasikan kedalam ROM PLC, dan menghubungkan PLC ini dengan PC, kemudian mengaktifkan PLC. Divais yang digunakan sebagai Input PLC adalah switch push button, sedangkan divais yang digunakan sebagai plant (output) adalah lampu. Dari hasil pengujian ini diperoleh kondisi unit keluaran PLC sesuai dengan program aplikasi kendali yang diujikan dan kondisi unit masukan PLC. sehinga dapat dikatakan bahwa dengan perfengkapan dasar dan keistimewaan mikrokontroler 80C31 memungkinkan direalisasikannya sistem operasi PLC.