// <![CDATA[STUDI DAN APLIKASI METERAN KUAT MEDAN]]> lr. Suyato, M.Sc. Dosen Pembimbing 1 Erlangga Prabowo / 112001038 Penulis Dody Satria Prabudi, S.T. Dosen Pembimbing 2
Sistem komunikasi radio merupakan salah satu fasilitas komunikasi yang digunakan untuk menjangkau daerah terpencil. Kondisi sebagian wilayah Indonesia yang berupa dataran rendah, dataran tinggi, daerah perbukitan atau pegunungan sangat sulit untuk dijangkau oleh sistem komunikasi yang menggunakan kabel, sehingga diperlukan suatu sistem komunikasi yang dapat melayani semua pelanggan yaitu sistem komunikasi radio. Pada sistem penyiaran atau yang lebih dikenal dengan istilah sistem broadcasting adalah sistem pemancaran sinyal radio yang diterima oleh pesawat-pesawat penerima seperti radio maupun televisi yang ada dikalangan masyarakat luas dengan jangkauan yang tidak terbatas. Oleh karena itu pengaturan bandwidth diperlukan untuk mendapatkan kualitas komunikasi yang baik untuk menghindari interferensi yang mengganggu kanal-kanal radio yang berdekatan, karena komunikasi radio tergantung pada kana) transmisi sebuah medium bersama dan tidak boleh melebihi batas yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan interferensi yang mengganggu dinas-dinas yang beroperasi baik organisasi nasional atau intemasional. Untuk Indonesia yang menangani masalah telekomunikasi (sebagai administratur) adalah DIRJEN POSTEL (Direktorat Jendral Pos dan Telekomunikasi). Untuk didaerah propinsi yang menangani masalah pengawasan frekuensi selaku pelaksana teknis adalah Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Orbit Satelit (BALMON). BALMON selaku badan yang berwenang mengatur dan mengawasi penggunaan frekuensi memiliki peralatan pendukung sebagai bagian dari manajemen spektrum frekuensi yang salah satunya dapat menghitung Kuat Medan (Field Strength) dari stasiun pemancar. Ini sangat diperlukan apabila ada stasiun pemancar yang melebihi batas kuat medan yang telah direkomendasikan oleh ITU-R (International Telecommunication Union Recommendations) maka akan ditindak karena dapat mengganggu stasiun pemancar lain yang mengakibatkan daerah cakupannya terganggu sehingga sinyal yang diterima di daerah layanan tersebut tidak dapat diterima dengan baik. Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan untuk mengetahui spesifikasi, cara pengoperasian dan penggunaannya atau aplikasi dari salah satu alat ukur Kuat Medan (Field Strength Meter) yang digunakan oleh BALMON, yang salah satu aplikasinya adalah untuk mengetahui besarnya Kuat Medan dari stasiun pemancar. Pada Tugas Akhir ini dilakukan pengukuran terhadap stasiun pemancar radio FM. Pengukuran dilakukan di daerah terbuka yang tidak terhalang oleh obstacle. Pada perhitungan, tidak diperhitungkan obstacle dan antara pemancar dan penerima dianggap Line Of Sight (LOS). Selain itu, penelitian Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk mengetahui kelayakan alat ukur Kuat Medan yang digunakan oleh BALMON.