// <![CDATA[DESAIN ALAT SAJI SATE SEBAGAI PENDUKUNG KEGIATAN WISATA KULINER STUDI KASUS BANDUNG SEBAGAI KOTA WISATA KULINER]]> Dan Daniel Pandapotan L. Tobing / 322007009 Dosen Pembimbing 1 Drs., Edi Setiadi Putra, M.Ds.
Indonesia kaya akan sumber daya alam dan menjadi aset wisata masyarakat perkotaan. Wisatawan mencari tepat yang alami untuk menghabiskan akhir pekan dengan berwisata kuliner. Penelitian dilakukan di Bandung, salah satu kota tujuan wisata kuliner. Terdapat 3 objek penelitian; restoran, kuliner sate, dan material batu alam. Hasil penelitian lapangan menunjukan Bandung Utara sebagai daerah kunjungan wisata kuliner memiliki iklim sejuk dan alami, makanan berbahan dasar daging tetap enak disantap dalam kondisi hangat, dan material batu alam mampu menyimpan panas selama 30-60 menit dalam suhu 60-80°C. Berdasarkan hasil tersebut dirancang sebuah desain alat saji sate yang menggunakan prinsip panas gunung berapi; alami; memakai bara api untuk memperpanjang panas alat saji, menghasilkan estetik pendaran bara api dan menjaga hidangan sate dalam keadaan hangat.