ANALISIS OPERASI KERETA API BABARANJANG DENGAN SOROTAN KHUSUS PADA GAYA TARIK DAN PEMBUATAN TIME-DISTANCE CURVE
Gaya tarik pada kendaraan rel sangat menentukan waktu yang diperlukan untuk menempuh suatu titik ke titik lainnya. Gaya tarik merupakan salah satu faktor utama untuk menentukan jumlah lokomotif yang dapat menarik suatu rangkaian kereta api pada suatu lintasan. Berbagai perhitungan gaya tarik dilaksanakan terhadap kereta api. Babaranjang yang yang menarik 60 buah gerbong batu bara baik diisi penuh maupun dalam keadaan kosong yang menanjak pada gradient 21 °/00 dengan kecepatan awal 0 kmljam, untuk mengetahui apakah kecepatan balance ( V balance ) pada tanjakan 21 °/∞ dapat dicapai atau tidak. Berbagai perhitungan dilaksanakan terhadap kereta api Babaranjang yang menarik 60 buah gerbong batu bara, baik diisi penuh pada turunan dengan gradient 21 °/∞ maupun kosong pada tanjakan dengan gradient 21 °/∞ dalam rangka pembuatan Time-Distance Curve untuk mengetahui waktu dan jarak yang ditempuh berdasarkan persyaratan tertentu. Dari perhitungan didapat bahwa dengan menaikkan jumlah lokomotif atau menaikkan daya pada lokomotif dapat meningkatkan kecepatan balance (V balance) rangkaian kereta api.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).ANALISIS OPERASI KERETA API BABARANJANG DENGAN SOROTAN KHUSUS PADA GAYA TARIK DAN PEMBUATAN TIME-DISTANCE CURVE ().Teknik Mesin:FTI
Chicago Style
.ANALISIS OPERASI KERETA API BABARANJANG DENGAN SOROTAN KHUSUS PADA GAYA TARIK DAN PEMBUATAN TIME-DISTANCE CURVE ().Teknik Mesin:FTI,2003.Text
MLA Style
.ANALISIS OPERASI KERETA API BABARANJANG DENGAN SOROTAN KHUSUS PADA GAYA TARIK DAN PEMBUATAN TIME-DISTANCE CURVE ().Teknik Mesin:FTI,2003.Text
Turabian Style
.ANALISIS OPERASI KERETA API BABARANJANG DENGAN SOROTAN KHUSUS PADA GAYA TARIK DAN PEMBUATAN TIME-DISTANCE CURVE ().Teknik Mesin:FTI,2003.Text