// <![CDATA[STADION SEPAK BOLA BANDUNG]]> FAIZAL ARIP BUDIAWAN / 212002046 Dosen Pembimbing 1 Ir. Meta Riany, MT Ir. Tito Tisnasaputra, MT
Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat menempatkan diri sebagai kota yang berkualifikasi kota besar, sebagai akibat tekanan dari sektor kependudukan, ekonomi, social dan politik. Hal ini dapat dilihat dari percepatan pertumbuhan pembangunan di kota Bandung yang cukup pesat. Selain itu kota bandung menyandang enam fungsi penting, yaitu sebagai : Pusat pemerintahan, pusat industri, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat pariwisata dan etalase jawa barat. Selain dikenal telah melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh, kota Bandung juga merupakan gudang atlit olah raga yang telah melahirkan atlit-atlit dengan prestasi nasional dan bahkan iternasional. Dalam tautan inilah dan guna mendukung kelangsungan prestasi yang pernah dicapai para atlit dan sekaligus memacu dan menumbuh kembangkan bibit-bibit baru, dibutuhka pembinaan olah raga yang berkesinambungan. Berkaitan dengan Perencanaan dan Perancangan Stadion Sepak Bola di Gedebage ini, dapat dikemukakan bahwa isyu sentralnya adalah : bagaimana menempatkan sekaligus menterjemaahkan kedalam bentuk perencanaan wilayah dan perancangan arsitektur bangunan Stadion, sebagai suatu sistem guna menunjang ekosistem wilayah, secara fungsional bermanfaat dalam skala kota dan regional, menarik visual dan mudah dalam pencapaian. Pembangunan wilayah ini pada gilirannya akan meningkatkat kualitas lingkungan perkotaan. Tema yang dipilih pada perancangan stadion sepakbola internasional adalah “Struktur Hibrid”, yang dapat diartikan sebagai pengabungan sistem struktur yang lebih dari satu sistem, tema itu di pilih karena selain dari keunikan pengabungan strukturnya juga tuntutan dari bangunan bentang lebar yang harus memiliki penopang struktur yang kuat.Struktur yang merupakan sistem penopang dari bangunan akan dijadikan elemen yang ditonjolkan sehingga estetika yang tercipta adalah dari struktur itu sendiri.