<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="16835">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PENGUKURAN LAPANGAN IMPEDANSI SISTEM PENGETANAHAN FREKUENSI TINGGI KONFIGURASI HORIZONTAL]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Ir. Bambang Anggoro Soedjarno P, M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DEDY PAMIAN / 112000187</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Elektro]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2006]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Beberapa metoda yang bisa digunakan untuk melakukan pengukuran tahanan pengetanahan dalam suatu sistem pengetanahan, misalnya metoda dua titik, metoda tiga titik atau metoda ''fall of potentiaf'. Dari metoda-metoda yang ada bisa dilihat bahwa cara yang dilakukan adalah melakukan injeksi suatu arus listrik ke dalam tanah dengan besar tertentu kemudian dilakukan pengukuran potensial atau beda
potensial yang terjadi di permukaan tanah. Sistem pengetanahan dianggap ideal jika nilai resistansinya sama dengan nol, tapi dalam kenyataannya hal itu tidak mungkin ada, karena selain adanya faktor resistansi kawat yang digunakan untuk pentanahan, juga kebanyakan tanahnya mengandung batu yang mengakibatkan nilai tahanan pentanahan menjadi semakin besar.

Tugas akhir ini akan menjelaskan adanya perbedaan harga impedansi dengan adanya penambahan elektroda konfigurasi horizontal untuk 1 elektroda, 2 elektroda dan 3 elektroda dengan batasan bahwa tanah dianggap homogen. Cara pengukuran yang dilakukan yaitu menghitung perbedaan potensial pada permukaan tanah dengan menginjeksi arus sinusoidal sebesar 0,01 ampere dan memberikan tahanan 1000 ohm. Dari pengukuran potensial permukaan tanah yang dilakukan di halaman Gedung Kerjasama PLN-ITB dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin banyak jumlah elektroda yang dipasang pada posisi yang sejajar dengan permukaan tanah akan menyebabkan nilai impedansi dari suatu pengetanahan semakin kecil.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[20060301]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[515EL/06]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[515EL/06]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[515EL/06]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="18253" url="" path="/112000187_515EL.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PENGUKURAN LAPANGAN IMPEDANSI SISTEM PENGETANAHAN FREKUENSI TINGGI KONFIGURASI HORIZONTAL]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[16835]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-10-26 09:14:12]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-10-26 09:21:19]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>