// <![CDATA[KOORDINASI LOAD SHEDDING DAN SISTEM PENGATUR FREKUENSI- DAYA PEMBANGKITAN PADA PLTU DALAM MENGATASI OVERLOAD]]> Dr. Ir. Bambang Anggoro , M.T Dosen Pembimbing 1 Ir. Nanang Hariyanto, M.T. Dosen Pembimbing 2 ADE KURNIA / 111995017 Penulis
Yang dimaksud Load Shedding (pelepasan beban) adalah menghentikan pengoperasian sejumlah beban tertentu pada sistem tenaga listrik saat terjadi overload dengan menggunakan indikasi perubahan frekuensi. Sedangkan sistem pengatur frekuensi-daya pembangkitan pada PLTU di sini adalah suatu komponen pengaturan terhadap pemasukan daya input turbin yang diatur berdasarkan perubahan putaran atau frekuensi dengan menggunakan governor tipe single reheater steam turbine. Koordinasi keduanya dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi ketidakseimbangan pada sistem akibat overload yang besarnya bervariasi. Untuk penyelesaian masalah ini maka dilakukan perencanaan untuk koordinasi keduanya dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi respon frekuensi sistem, diantaranya adalah : speed droop, konstanta integrator, konstanta waktu govemor-turbin, konstanta inersia, karakteristik beban dan beban lebih. Implementasi pelepasan beban dilakukan dengan test kasus pada jaringan satu area dengan sistem pembangkitan multi mesin. Solusinya akan dilakukan dengan pembagian ke dalam beberapa blok yang diselesaikan dengan metode persamaan Runge-Kutta orde ke-empat. Untuk menentukan pembebanan normalnya akan dilakukan study aliran daya dengan menggunakan motode Fast Decoupled. Dalam tugas akhir ini dibuat program Study AJiran Daya dan program Koordinasi Load Shedding dan Pengaturan Frekuensi-Daya Pembangkitan. Pelepasan beban dilakukan dalam beberapa tingkatan dengan melibatkan sejumlah circuit breaker (CB) dan Under Frequency Relay (UFR). Kemudian dilakukan simulasi untuk kasus overload yang kecil sampai dengan overload yang besar pada test kasus dimana basil pemulihannya mencapai normal kembali dalam waktu yang cepat. Dengan demikian pada test kasus ini kestabilan sistem masih dapat dipertahankan.