// <![CDATA[PERANCANGAN DAN REALISASI COLORIMETER BERBASIS MIKROKONTROLER AT89C51 :]]> Prof. Dr. Ir. Soegijardjo Soegijoko Dosen Pembimbing 1 Ji Hi / 111995047 Penulis
Ketelitian pengukuran konsentrasi larutan tubuh ( darah/urine) sangat diperlukan dalam tahap diagnosa maupun dalam melakukan terapi penyakit. Metoda visual (menggunakan mata) yang selama ini dipergunakan, tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut karena tingkat ketelitiannya yang rendah. Pada tugas akhir ini telah dirancang dan direalisasikan suatu alat pengukur konsentrasi larutan (colorimeter) yang diharapkan dapat membantu para dokter/tenaga medis dengan hasil pengukuran yang lebih teliti dan harga yang lebih murah. Secara umum, colorimeter terdiri atas 3 bagian utama yaitu modul optik, modul pemroses analog dan modul pemroses digital serta peraga. Tugas akhir ini merupakan hasil kerjasama antara penulis dengan sdr. Yusman Darwin (Nrp : 11-1994-039). Konsentrasi bahasan penulis adalah modul pemroses analog, kemudian sdr. Yusman Darwin akan membahas modul pemroses digital, sedangkan modul optik merupakan hasil kerjasama. Modul optik bekerja sebagai pengolah cahaya yang akan dilewatkan pada suatu larutan, kemudian hasilnya diubah menjadi besaran listrik oleh detektor cahaya (berupa fotodioda BPX63). Modul pemroses analog bekerja untuk mengkonversi dan menguatkan besaran listrik yang dihasilkan detektor cahaya menjadi tegangan hingga mencapai taraf yang dibutuhkan oleh modul pemroses digital. Modul tersebut terdiri atas modul sensor (berisi sensor dan penguat awal), penguat akhir dan pembanding (comparator). Modul sensor bekerja mengkonversi besaran Iistrik yang di asilkan detektor cahaya menjadi bentuk tegangan menggunakan rangkaian penguat awal transimpedansi dengan penguat opersional tipe LF356. Keluaran modul sensor ini kemudian dikuatkan kembali oleh penguat akhir berbentuk rangkaian penguat inverting dengan tipe penguat opersional yang sama, hingga mencapai tegangan 5,12 volt yang dibutuhkan modul pemroses digital. Sedangkan pembanding dengan komponen chip LM393 dan bentuk rangkaian window comparator, bertugas membandingkan keluaran penguat akhir dengan tegangan referensi dan sekaligus memberi tanda apabila tegangan referensi tersebut telah tercapai. Keluaran modul pemroses analog berupa tegangan searah, sehingga pengolahan sinyal selanjutnya dapat dilakukan dengan mudah Seluruh bagian modul pernroses analog telah diuji dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pengujian selanjutnya dilakukan dengan menggabungkan ketiga modul utama di atas membentuk prototip colorimeter Iengkap. Prototip colorimeter ini kemudian diuji untuk mengukur kadar hemoglobin berdasarkan alat standar, Hb-14D yang digunakan di Laboratorium Puskesmas jalan Puter. Perbandingan yang dihasilkan menunjukkan kelinieran dengan faktor kesalahan ± 5,1 % terhadap alat standar tersebut, sehingga memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan melakukan pengujian terhadap jenis larutan lainnya.