// <![CDATA[PERENCANAAN ANTENA PARABOLA PADA FREKUENSI 3. 7- 4.2 GHz]]> Ir. SUYATO, M.Sc. Dosen Pembimbing 1 SAMBAS / 111997055 Penulis
Tujuan tugas akhir ini adalah merencanakan antena parabola sebagai antena penerima televisi atau stasiun TYRO (Television Receive Only) dalam komunikasi satelit. Dasar pemakaian antena parabola sebagai stasiun penerima bumi untuk komunikasi satelit karena merniliki gain yang relatif besar pada arah yang diinginkan, efisiensi antena yang besar dan antena bekerja pada pita frekuensi diatas 1 GHz. Kriteria perencanaan adalah antena bekerja pada frekuensi downlink satelit 3, 7 - 4,2 GHz, gain antena disesuaikan dengan EIRP (Effective Isotropic Radiated Power) satelit sebesar 34 dBW dan harga C/N (Carrier to Noise Ratio) sebesar 10 dB, konstruksi antena yang kokoh, rangka pembentuk permukaan pemantul menggunakan rusuk radial dari batang alumunium profil L serta pemakaian bahan permukaan pemantul antena menggunakan kawat kasa yang tahan terhadap cuaca. Sistem antena parabola terdiri dari dua bagian utama, yaitu: 1. Bagian pemantul berbentuk piringan parabola berfungsi untuk memantulkan gelombang datang yang arahnya sejajar sumbu utama menuju titik fokus antena parabola. 2. Bagian feeder berbentuk antena hom berupa waveguide dengan ujung terbuka yang diletakkan pada titik fokus parabola berfungsi untuk membimbing gelombang datang dari arah pemantul. Berdasarkan basil perencanaan dan analisa menunjukkan bahwa karakteristik pola radiasi antena horn skalar dan antena parabola memiliki pola radiasi yang simetris untuk bidang E dan bidang H, menghasilkan distribusi bidang menurun kearah tepi pemantul (taper) dan diperoleh gain maksimum pada frekuensi kerjanya. Adanya distribusi medan taper menyebabkan sudut ruang pancar atau lebar berkas Y2 daya menjadi dua kali lebih Iebar dari distribusi medan uniform. Hal ini menyebabkan penurunan gain dan directivity antena sebesar 4 dB serta efisiensi bidang antena parabola menjadi 65%.