PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT UKUR TEBAL LOGAM MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK
Pengukuran ketebalan suatu logarn biasanya diiakukan menggunakan alat ukur konvensional seperti meteran, mistar, jangka sorong dan sebagainya. Caranya adalah dengan mengukur jarak antara kedua permukaan sisi-sisi logam. Permasalahan timbul jika dikehendaki untuk pengukuran tebal logam di bagian tengah atau. di setiap titik permukaan logam, misalnya untuk mengetahui penipisan suatu jenis logam tertentu. Pengukuran ini perlu dilakukan, mengingat banyaknya kecelakaan dan kerusakan yang disebabkan oleh penipisan ketebalan logam yang diakibatkan oleh korosi dan gesekan. Salah satu contoh pengukuran ini adalah pengukuran ketebalan lintasan kereta api. Untuk mengatasi hal tersebut diatas maka dirancang dan direalisasikan suatu alat ukur tebal logam elektronik yang dapat mengukur tebal logam di bagian tengah atau di setiap titik permukaan logam. Pengukuran ketebalan logam ini memanfaatkan sifat-sifat gelombang ultrasonik, menggunakan dua buah transduser ultrasonik yang berfungsi sebagai pemancar dan penerima dengan frekuensi 4 MHz. Sedangkan metoda yang digunakan adalah metoda waktu tempuh gelombang ultrasonic di dalam bahan, saat mulai dipancarkan sampai diterima kembali. Penggunaan metoda ifli didasarkan hubungan linieritas antara jarak dan waktu, tidak tergantung pada bentuk dan dimensi bahan yang diukur. Alat ukur tebal logam yang direalisasikan terdiri dari unit pemancar, penerima dan antar muka. Pada bagian pemancar terdiri dari rangkaian pembangkit pulsa, pu!sa sesat, dan penguat pulsa. Pengulangan pulsa pancar diatur selama 0,909 mS oleh rangkaian pembangkit pulsa. Pulsa yang dihasilkan dipersempit oleh rangkaian pulsa sesaat sebesar 0,2 uS kemudian diperkuat oleh rangkaian penguat pulsa agar dapat menembus bahan uji. Pada bagian penerima terdiri dari rangkaian penguat, pembanding, dan flip flop. Untuk menghitung waktu tempuh digunakan pencacah menggunakan IC 74LS162. Data waktu dari pencacah diolah menggunakan komputer yang dihubungkan melalui antar muka PPI 8255, menggunakan alamat prototype card 300H-303H. Alamat 300H untuk port A, 301H untuk port B, dan alamat 303H untuk control word. Port A dan Port B diprogram sebagai input data untuk menerima data waktu dari pencacah yang kemudian diolah menjadi besaran jarak/tebal. Port tersebut deprogram dengan menggunakan bahasa pemograman Turbo Pascal 7.0. Hasil pengujian diperoleh perbedaan tebal alumunium yang diukur dibandingkan hasil perhitungan. Kesalahan yang didapat sebesar 0,20 mm. Kesalahan ini masih berada dibawah kesalahan maksimun yang hendak dicapai sebesar ±1 mm.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2002).PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT UKUR TEBAL LOGAM MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT UKUR TEBAL LOGAM MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK ().Teknik Elektro:FTI,2002.Text
MLA Style
.PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT UKUR TEBAL LOGAM MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK ().Teknik Elektro:FTI,2002.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN DAN REALISASI ALAT UKUR TEBAL LOGAM MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIK ().Teknik Elektro:FTI,2002.Text