// <![CDATA[PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM PICK UP DATA ELEKTRONIK PADA WATER-FLOWMETER TURBIN KONVENSIONAL]]> Dr. Ir. Kastam Astami, M.Sc. Dosen Pembimbing 1 REZA VILERA / 111999070 Penulis
Pengukuran parameter aliran fluida terdapat di berbagai bisang aplikas industri dan system distribusi air. Pengukuran parameter aliran fluida yang paling aman dilakukan adalah pengukuran kecepatan aliran (flow rate) dan jumlah total aliran (total of flow). Pengukuran flow rate dan total of flow aliran fluida dilakukan dengan menggunkan flowmeter, yaitu alat yang mengukur kecepatan aliran atau jumlah total fluida yang mengalir pada saluran pipa denga mekanisme tertentu. Salah satu bidang aplikasi yang memerlukan informasi mengenai kecepatan aliran dan jumlah total aliran adalah pada system distribusi air. Pengukuran konsumsi air di Indonesia umumnya menggunakan pengukuran mekanik, dimana informasi mengenai parameter flow aliran fluida didapatkan dengan menggunakan water-flowmeter mekanik yang dipasang pada terminal-terminal konsumen dan saluran-saluran utama. Meskipun sister pengukuran aliran fluida secara mekanik telah meluas, tetapi pengukuran dengan menggunakan pengukur mekanik tersebut memiliki keterbatasan dalam berbagai hal. Karena keterbatasan tersebut, maka pada tugas akhir ini dilakukan perancangan dan realisasi system pick-up data elektronik pada water-flowmeter mekanik (tipe turbin dengan detector magnet). Perancangan system meliuti; perancangan transducer elektromagnetik, rangkaian pengkodisi sinyal, unit mikrokontroler, dan system display. Selanjutnya, system yang dirancang diintegrasikan dengan water-flometer mekanik. System yang dirancang diharapkan mampu untuk mendeteksi aliran air dengan baik pada kecepatan aliran 350 mL/detik sampai 35 mL/detik, yaitu rentang (range) kecepatan air konsumsi air rumah tangga. Dari data hasil pengujian system, ternyata system mampu mendeteksi aliran air dengan baik pada kecepatan aliran 350 mL/detik sampai 35 mL/detik, sedangkan untuk kecepatan aliran air < 35 mL/detik akan menyebabkan tegangan yang diinduksikan pada transducer tidak cukup besar untuk menghasilkan sinyal pulsa pada rangkaiana pengkodisi sinyal, sehingg apada keadaan tersebut system tidak dapat mendeteksi dengan baik putaran water-flowmeter.