Pembangunan Sistem Operasi Linux Berbasis GPL
Perkembangan pesat linux tidak lepas dari konsep open source, inti dari konsep ini adalah seseorang atau lembaga tidak semestinya memiliki hak untuk membatasi orang lain dalam mengunakan, mencoba bahkan memperbaiki atau memodifikasi perangkat lunak yang diciptakanya yang berarti seseorang tidak memerlukan lisensi untuk mengunakan perangkat lunak orang lain. Bentuk lisensi seperti ini biasa dikenal sebagai General Public License (GPL) yang membawahi semua perangkat lunak GNU (GNU's Not UNIX) dan perangkat lunak yang bersifat free lainya, dengan konsep seperti ini memungkinkan semua pihak untuk membangun sistemnya sendiri sesuai dengan keinginan atau kebutuhan. Untuk membangun sistem linux dibutuhkan paket-paket program yang dapat didownload dari ftp Gnu.org semua paket beserta kernel dikompail dengan distribusi linux yang sudah ada, karena untuk membangun sistem linux diperlukan kompiler, linker dan bash shell. Paket ini dikopail dan diistal kedalam dua bagian yaitu sistem temporary dan sistem utama, sistem temporary ini digunakan untuk mengkompail paket -paket program sistem utama sehingga sistem utama dikompail bukan dari compiler distribusi linux yang digunakan lagi, akan tetapi dari system temporary yang hanya digunakan untuk mengkompail sistem utama, sehingga sistem temporary dapat dihapus setelah melakukan kompilasi kernel dan penyetingan boot script. Sistem linux ini diharapkan untuk nantinya dapat terus dikembangkan untuk dapat melakukan kompilasi sendiri, sehingga tidak tergantung dengan distribusi linux lain.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).Pembangunan Sistem Operasi Linux Berbasis GPL ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.Pembangunan Sistem Operasi Linux Berbasis GPL ().Teknik Elektro:FTI,2006.Text
MLA Style
.Pembangunan Sistem Operasi Linux Berbasis GPL ().Teknik Elektro:FTI,2006.Text
Turabian Style
.Pembangunan Sistem Operasi Linux Berbasis GPL ().Teknik Elektro:FTI,2006.Text