PERANCANGAN DAN IMPLEMENT AS! SISTEM PENGOLAHAN SINYAL BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK KROMA TOGRAFI GAS
Pada tugas akhir ini dirancang dan diimplementasikan sistem pengolah sinyal berbasis mikrokontroler untuk kromatografi gas. Sistem ini mengolah sinyal keluaran dari suatu sistem sensor gas (sistem sensor gas disimulasikan dengan potensiometer) yang hasilnya akan ditampilkan pada peraga LCD berupa volume gas dan pada layar komputer dalam bentuk grafik kromatografi (kromatogram). Dalam perancangan ini jumlah senyawa penyusun gas dibatasi 10 macam dengan volume 0-5 nanoliter (nL). Sistem pengolah sinyal terdiri dari sistem penguat sinyal, sistem kontrol, sistem interface, sistem catu daya dan sistem peraga/monitor. Sistem pengkondisi sinyal terdiri dari rangkaian op-amp dengan penguatan 5000 kali dan rangkaian ADC menggunakan IC ADC 0804 8 bit. Sistem kontrol menggunakan mikrokontroler AT89C51 dari Atmel dengan perangkat lunaknya menggunakan bahasa Assembly. Sistem interface untuk komunikasi antara sistem kontrol dengan komputer menggunakan RS-232. Sistem catu daya menggunakan regulator + 12V, -12V dan +5V. Sistem peraga LCD menggunakan bahasa Assembly yang terintegrasi pada sistem kontrol sedangkan sistem monitor computer menggunakan bahasa C++. Pengujian untuk perangkat lunak C++ dilakukan dengan memberikan 10 macam input yang berbeda yang akan mensimulasikan 10 macam senyawa penyusun gas dan volumenya sedangkan waktu tambat diberikan secara acak. Waktu tambat (waktu retensi) adalah waktu sejak sampel gas diinjeksikansampai munculnya puncak grafik kromatografi sedangkan volume tam bat (volume retensi) adalah volume yang ditunjukkan pada saat waktu tambat muncul. Pengujian ini menghasilkan 2 grafik kromatografi, yaitu grafik kromatografi yang ideal (tanpa residu) dilakukan dengan cara memberikan tegangan mulai dari 0V sampai kesuatu harga (merupakan harga maksimumnya) kemudian diturunkan kembali ke 0V pada output potensiometer dan grafik kromatografi yang tidak ideal ( dengan residu ) dilakukan dengan cara memberikan tegangan input yang sangat kecil ( ¢ 0 ) sampai kesuatu harga (merupakan harga maksimumnya) kemudian diturunkan sampai tegangan input atau tidak sama dengan tcgangan input pada output potensiometer. Dari grafik kromatografi dapat diketahui volume senyawa gas, waktu tambat senyawa gas, jumlah senyawa gas penyusun campuran, residu senyawa gas pada sistem sensor gas dan jenis senyawa gas penyusun diketahui melalui tabel referensi. Sedangkan konsentrasi dan persentase komposisi senyawa gas penyusun dapat diketahui melalw perhitungan manual. Pada layar LCD yang ditampilkan adalah volume gas yang melewati sistem sensor gas.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).PERANCANGAN DAN IMPLEMENT AS! SISTEM PENGOLAHAN SINYAL BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK KROMA TOGRAFI GAS ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.PERANCANGAN DAN IMPLEMENT AS! SISTEM PENGOLAHAN SINYAL BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK KROMA TOGRAFI GAS ().Teknik Elektro:FTI,2003.Text
MLA Style
.PERANCANGAN DAN IMPLEMENT AS! SISTEM PENGOLAHAN SINYAL BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK KROMA TOGRAFI GAS ().Teknik Elektro:FTI,2003.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN DAN IMPLEMENT AS! SISTEM PENGOLAHAN SINYAL BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK KROMA TOGRAFI GAS ().Teknik Elektro:FTI,2003.Text