MEMBANGUN ROBOT TIKUS CERDAS ROME0#2 PENCARI TUJUAN PADA LABIRIN YANG TIDAK TERPETAKAN
Makalah ini mcmbahas hasil penelitian yang telah dilakukan dalam usaha untuk membangun sebuah robot tikus yang dapat bergerak mencari jalan menuju suatu posisi tujuan tertentu dalam labirin yang tidak terpetakan. Robot tikus adalah miniatur wahana gerak mandiri yang memiliki kemampuan untuk mencari jalan menuju suatu posisi tujuan tertentu secara cerdas dan mandiri. Robot tikus dapat
bergerak untuk menemukan posisi tujuan tanpa intervensi atau bantuan manusia. Kemampuan yang diimplementasikan pada robot tikus merupakan sebuah kecerdasan tiruan yang terprogram. Robot tikus dibangun dengan mcngacu pada peraturan kompetisi internasional robot tikus standar IEEE (2003 IEEE Region 1 Student Conference Micromouse Competition Rules). Peraturan kompetisi robot tikus tersebut terdiri dari tiga bagian meliputi dimensi dan kemampuan robot tikus, dimensi labirin, serta aturan Iomba. Robot tikus yang dibuat terdiri dari empat subsistem, yaitu subsistem sensor pendeteksi kondisi lingkungan berbasis infra merah, subsistem otak pengendali menggunakan mikrokontroler AT89C5l, subsistem penggerak menggunakan motor stepper dan catu daya menggunakan baterai Ni-MH. Otak robot tikus direalisasikan dalam program komputer. Program tersebut mengimplementasikan algoritma pencarian (searching) yang terdapat dalam kecerdasan tiruan. Pada umumnya algoritma pencarian jalan suatu robot bergerak memerlukan memori yang besar untuk melakukan komputasi, optimasi dan penyimpanan hasil pemetaan tetapi dimensi dan kapasitas memori robot tikus yang terbatas menuntut pcngembangan suatu algoritma yang efisien untuk melaksanakan fungsi utama robot. Penelitian yang dilakukan berhasil mengembangkan sebuah algoritma yang diberi nama algoritma DFS++ (Depth First Search plus plus). Algoritma ini merupakan
pengembangan dari algoritma DFS (Depth First Search), yaitu algoritma pencarian dasar pada cabang ilmu kecerdasan artifisial. Algoritma DFS++ berusaha mencapai titik pusat labirin melalui pemilihan jalur yang paling efektif dengan memperhatikan posisi lokal robot terhadap lingkungan globalnya. Algoritma DFS dikembangkan agar dapat digunakan oleh robot tikus untuk mencapai posisi tujuan di dalam labirin yang tidak terpetakan dengan merr ,)erhatikan kapasitas memori dan dimensi robot tikus. Berdasarkan hasil pengujian, robot tikus cerdas pencari tujuan pada labirin yang tidak terpetakan berhasil dibangun dengan baik. Seluruh sistem terintegrasi dan dapat bekerja secara optimal. Robot tikus dapat bergerak dan mencapai posisi tujuan yang telah ditetapkan pada labirin secara cerdas dan mandiri.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).MEMBANGUN ROBOT TIKUS CERDAS ROME0#2 PENCARI TUJUAN PADA LABIRIN YANG TIDAK TERPETAKAN ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.MEMBANGUN ROBOT TIKUS CERDAS ROME0#2 PENCARI TUJUAN PADA LABIRIN YANG TIDAK TERPETAKAN ().Teknik Elektro:FTI,2004.Text
MLA Style
.MEMBANGUN ROBOT TIKUS CERDAS ROME0#2 PENCARI TUJUAN PADA LABIRIN YANG TIDAK TERPETAKAN ().Teknik Elektro:FTI,2004.Text
Turabian Style
.MEMBANGUN ROBOT TIKUS CERDAS ROME0#2 PENCARI TUJUAN PADA LABIRIN YANG TIDAK TERPETAKAN ().Teknik Elektro:FTI,2004.Text