// <![CDATA[STUDI PENAMBAHAN KAPASITAS DAYA SUBSTASIUN KERETA REL LISTRIK KARENA PENAMBAHAN JALUR GANDA PADA LINTASAN TANAH ABANG-SERPONG]]> Teguh Arfianto, S.T. Dosen Pembimbing 2 Soenarjo Ir. Penulis BAGUS BASTIAN MAULANDANI / 112000083 Penulis
Persoalan-persoalan yang cukup berat, seperti kemacetan lalu lintas yang semakin parah, pencemaran udara semakin mendekati ambang batas yang diijinkan untuk kesehatan, pemborosan bahan bakar minyak dan meningkatnya kecelakaan lalu lintas. Salah satu bentuk pemecahan masalah transportasi tersebut adalah dengan pemilihan bentuk: sarana transportasi massal Kereta Rel Listrik. Upaya peningkatan sarana dan prasarana perkeretaapian salah satunya adalah penggandaan jalur yang masih tunggal dan penambahan Rolling Stock (KRL). Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan kapasitas daya atau bahkan penambahan substasiun untuk mengimbangi peningkatan tersebut. Dalam menentukan besamya kapasitas substation, terdapat dua faktor yang paling utama, yaitu kapasitas substasiun ditentukan berdasarkan beban puncak dalam satu jam dan kapasitas substasiun ditentuk:an dengan menentukan beban puncak sesaat. Setelah menentukan besarnya kedua faktor tersebut, maka kapasitas substasiun dapat ditentukan dengan memilih beban yang paling besar dari kedua faktor tersebut selain itu digunakan metode regresi eksponensial untuk mencari hubungan antara kapasitas daya substasiun dengan headway. Dari hasil perhitungan dalam tugas akhir ini, substasiun membutuhkan penambahan kapasitas karena penambahan jalur maupun penambahan headway, untuk substasiun karet 1 dan karet ll membutuhkan penambahan kapasitas sebesar 2000 KW, sedangkan untuk substasiun limo dan jurangmanggu masing – masing sebesar 3000 KW dan 4000 KW dan substasiun serpong sebesar 1500 KW. Selain itu dibutuhkan penambahan substasiun baru.