// <![CDATA[ANALISA SISTEM REFRIGERASI CHILLER ABSORPSI YANG MENGGUNAKAN ENERGI SURYA]]> Agus Hermanto, Ir. M.T. Dosen Pembimbing 1 Liman Hartawan / 121996086 Penulis
Bidang refrigerasi dan pengkondisian udara saling berkaitan satu sama lain, tetapi masing- masing mempunyai ruang lingkup yang berbeda. Refrigerasi hanya mencakup pendinginan dan pengurangan kelembaban pada pengkondisian udara. Pengkondisian udara selain mencakup pendinginan dan pengurangan kelembaban pada pengkondisian udara, juga mencakup penghangatan, pengaturan kelembaban dan kualitas udara. Sistem refrigerasi pada bidang industri banyak digunakan dalam pengawetan makanan, kirnia dan proses industri. Siklus refrigerasi untuk pendinginan yang banyak dipakai adalah siklus refrigerasi kompresi uap dan siklus refrigerasi absorpsi. Perbedaan mendasar antara kedua siklus tersebut dalam unit pendingin terletak pada penggunaan alat dalam usaha menghisap refrigeran yang diuapkan di dalam evaporator kemudian ditekan sampai mencapai tingkat keadaan mudah diembunkan. Pada unit kompresi uap digunakan kompresor, sedangkan pada unit absorpsi digunakan penyerap untuk menyerap refrigeran menjadi suatu larutan absorpsi, kemudian larutan absorpsi tersebut dimasukkan ke dalam generator untuk memisahkan refrigerant dari larutan absorpsi dengan memanaskannya yang sekaligus akan menaikkan tekanannya hingga tingkat keadaan mudah diembunkan. Dengan dernikian unit kompresi uap memerlukan daya untuk menggerakkan kompresor sedangkan unit absorpsi memerlukan energt kalor. Pemenuhan energi kalor dalam unit refrigerasi absorpsi dapat diperoleh bermacam masukan, diantaranya dari; turbin uap/gas, gas buang dari proses pengeringan, fluida panas atau uap dari proses industri, dan radiasi matahari. Adapun sumber energi kalor yang banyak digunakan adalah dari uap proses industri dan radiasi matahari. Pada sistem yang diuji digunakan energi surya sebagai energi kalor. Hasil pengujian didapat bahwa kinerja sistem refrigerasi sangat dipengaruhi oleh energy surya yang mampu dipindahkan dalam bentuk kalor menuju generator, sehingga masih dibutuhkan perbaikan sistem untuk meningkatkan kinerja.