// <![CDATA[STUDI LAPANGAN SISTEM PENGETANAHAN PADA FREKUENSI TINGGI DENGAN MENGGUNAKAN KONFIGURASI VERTIKAL DAN GRID]]> Dr. Ir. Bambang Anggoro , M.T Dosen Pembimbing 1 KURNIAWATI / 11-2001-177 Penulis
Salah satu unsur yang perlu diperhatikan dalam suatu instalasi listrik adalah system pengetanahan. Sistem pengetanahan ini digunakan untuk mengatasi gangguan yang terjadi pada sistem tenaga. Dimana, ketika terjadi gangguan arus yang dihasilkan oleh gangguan dibuang ke tanah melalui sistem pengetanahan tanpa menyebabkan kerusakan pada peralatan dan membahayakan pada orang-orang di sekitarnya. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi sistem pengetanahan, diantaranya adalah tahanan jenis tanah, jenis konduktor sebagai elektroda pengetanahan dan kedalaman penanaman elektroda pengetanahan. Sistem pengukuran pengetanahan dapat dilakukan dengan beberapa macam metoda, diantaranya adalah metoda satu titik, metoda dua titik, dan metoda tiga titik. Dengan metoda-metoda tersebut cara pengukuran yang dilakukan adalah dengan melakukan injeksi suatu arus listrik ke dalam tanah dengan besar tertentu kemudian dilakukan pengukuran potensial atau beda potensial yang terjadi dipermukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi terhadap impedansi pengetanahan. Seperti yang telah diketahui, bahwa impedansi pengetanahan tidak hanya merupakan tahanan resistif murni (R), tetapi juga mengandung unsur induktansi (L) dan kapasitansi (C). Unsur L dan C ini sangat dipengaruhi oleh besamya frekuensi. Dengan kata lain, impedansi suatu pengetanahan sangat dipengaruhi oleh besaran frekuensi. Dalam penelitian ini konfigurasi pengetanahan yang digunakan adalah konfigurasi vertikal dan konfigurasi grid.