// <![CDATA[AUTISM CAMP CENTER DI CIWIDEY]]> JESSICA MULINA / 212003105 Dosen Pembimbing 1 Dr Ir. Dewi Parliana., MSP Dosen Pembimbing 1 0408066801 - Tecky Hendrarto, Ir., MM. Dosen Pembimbing 2
Autisme merupakan salah satu gejala yang sangat membingungkan, baik bagi keluarga yang memiliki anak penyandang autis, masyarakat sekitar, maupun para ilmuwan yang bergerak pada tataran konsep-konsep ilmiah. Setiap anak menunjukan beragam gejala dan sangat berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Berbagai pilihan pendidikan dan pemberdayaan anak-anak autistik diantaranya struktur yang sistematis bagi anak-anak autistik, kelas khusus yang intensif, atau kelas-kelas lintas kategorial. Individualitas jelas secara proporsional wajib diperhatikan, diarahkan pada optimalisasi proses belajar, pemecahan masalah yang unik dan berbeda pada setiap anak dan tidak didasarkan hanya pada ideologi tertentu saja. Sifat heterogenitas dalam memandang autisme menuntut adanya berbagai macam pilihan dan kemungkinan. Terapi yang dijalani anak harus terdiri dari terapi medikamentosa (pemberian obat), terapi wicara, terapi okupasi (motorik), terapi perilaku, dan pendidikan khusus (satu guru satu murid). Metode terapi yang paling efektif untuk anak autisme saat ini adalah terapi dengan metode Lovaas. Dalam perkembangan proses terapi bagi penderita autistik, beberapa ahli mulai mengembangkan metode outbound atau pendidikan di alam bebas. Dengan tujuan supaya para penderita dapat mengenal lingkungan alam, melatih kemandirian anak dan mengembangkan potensi yang ada pada diri masing-masing penderita autistik. Maka timbul gagasan bahwa diperlukannya sebuah fasilitas atau wadah dalam satu atap yang dapat mengembangkan potensi anak dengan melihat seorang anak sebagai individu yang utuh dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dengan merencanakan sebuah proyek education and research centre yang berbasis home based therapy bagi penderita autistik di Kecamatan Ciwidey, Jawa Barat. Konsep arsitektur yang diterapkan pada bangunan ini bernuansa alami sehingga penderita autistik dapat menerima program dengan baik dengan cara menyediakan sarana terapi yang bersifat edukatif dan rekreatif bagi para penderita autisme beserta keluarga. Selain itu tidak hanya sebagai pendidikan saja tetapi juga sebagai wadah seorang penderita autistik untuk mulai belajar berinteraksi sosial dengan teman sebaya, guru dan juga dengan alam.Bangunan fasilitas terapi ini diharapkan dapat mengatasi kebutuhan terapi yang sesuai bagi individu penderita autisme , dengan scope pelayanan untuk daerah Bandung pada khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.