// <![CDATA[PERCOBAAN LANJUTAN PROSES PEMBUATAN PIGMEN BESI OKSIDA KUNING DARI BESI (II) SULFAT]]> Ir. S. Juhanda, M.Eng. Dosen Pembimbing 1 DEDEN ABDUL ROJAK / 1495040 Penulis DENI ISKANDAR / 1495046 Penulis 2
Konsumsi pigmen besi oksida di dunia pada saat ini mencapai 40% dari jumlah pigmen anorganik Iainnya. Ditinjau dari sifat pemberi wamanya, pigmen besi oksida terdiri dari: gutit kuning (a-FeOOH), lepidocrosit oranye (y-FeOOH), hematit merah (a-Fe203), dan maghemit coklat (y-Fe203). Walaupun kebutuhannya dalam berbagai sektor industri meningkat, pigmen Besi Oksida ini belum diproduksi di dalam negeri. Pigmen B'esi Oksida Kuning (a-FeOOH) dapat dibuat melalui tiga macam proses, yaitu : proses Penniman-Zoph, proses Laux dan proses pengendapan. Dalam penelitian ini proses yang digunakan adalah proses pengendapan, dan telah dipelajari pengaruh dari beberapa variabel proses terhadap perolehan pigmen besi oksida kuning (a-FeOOH) dengan menggunakan metoda pcngendapan. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi pereaksi, ekses NaOH dan waktu aerasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perolehan pigmen. Dimana pada konsentrasi FeS04 0,6 M, konsentrasi NaOH 3 M dan pada berbagai ekses NaOH, pigmen sudah terbentuk sempuma dengan waktu aerasi 2 jam. Sedangkan perolehan pigmen paling tinggi (96%) dicapai pada konsentrasi FeS04 0,6 M, konsentrasi NaOH 3 M, ekses NaOH 100% dan waktu aerasi setelah 24 jam.