PENGARUH PERLAKUAN PASCAPANEN DAN KONDISI OPERASI DISTILASI UAP TERHADAP MUTU SERTA RENDEMEN MINYAK AKAR WANGI
Minyak akar wangi merupakan hasil industri rakyat yang mcrupakan komoditas ekspor yang bernilai guna tinggi. Tingginya nilai guna minyak akar wangi ditentukan oleh komponen senyawa hidrokarbonnya yaitu vetiverol. Minyak akar wangi dapat digunakan sebagai bahan dasar minyak wangi, dan kosrnetik. Dari dulu minyak akar wangi Jawa terkenal di pasaran Eropa. Untuk saat ini daerah Garut merupakan penghasil akar wangi terbesar.di Indonesia. Untuk memenuhi permintaan minyak akar wangi dunia terhadap Indonesia, perlu dilakukan penelitian untuk meningkatkan rendemen dan mutu minyak akar wangi. Salah satu upaya untuk meningkatkan rendemen dan mutu minyak akar wangi adalah melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh perlakuan pascapanen dan kondisi operasi terhadap mutu serta rendemen Minyak akar wangi. Pada penelitian ini dilakukan pcnyulingan tanaman akar wangi dengan distilasi uap terhadap berbagai variasi sampel; sistern pengeringan tanaman yaitu kering angin dan dijemur di bawah matahari, perlakuan perajangan yaitu dirajang dan tidak dirajang, serta variasi tekanan yaitu 1 atmosfi.r dan 2 atmosfir. Analisis yang dilakukan adalah analisis kadar air dalam sampel, rendemen minyak, wama, indeks bias, bilangan asam, bilangan ester, putaran optik dan analisis GC. Percobaan dilakukan secara ctuplo dan data-data yang diperoleh diolah dengan analisa Varian Anova. Hasil penelitian menunjuk.kan bahwa variabel yang berpengaruh terhadap rendemen, bilangan ester, dan putaran optik minyak akar wangi adalah variabel system pengeringan tanaman dan perlakuan perajangan karena memberikan f hitung lebih besar dari f tabel variabel variasi tekanan tidak memberikan pengaruh terhadap rendemen, kecuali jika divariasikan dengan variabel perlakuan perajangan tetapi memberi pengaruh terhadap putaran optik dan analisis GC minyak akar wangi. Rendemen minyak tertinggi diperoleh pada penyulingan akar yang kering angin,dirajang dan tekanan 2 atmosfir yaitu 0,34 dan 0,35 %vlb.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).PENGARUH PERLAKUAN PASCAPANEN DAN KONDISI OPERASI DISTILASI UAP TERHADAP MUTU SERTA RENDEMEN MINYAK AKAR WANGI ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.PENGARUH PERLAKUAN PASCAPANEN DAN KONDISI OPERASI DISTILASI UAP TERHADAP MUTU SERTA RENDEMEN MINYAK AKAR WANGI ().Teknik Kimia:FTI,2004.Text
MLA Style
.PENGARUH PERLAKUAN PASCAPANEN DAN KONDISI OPERASI DISTILASI UAP TERHADAP MUTU SERTA RENDEMEN MINYAK AKAR WANGI ().Teknik Kimia:FTI,2004.Text
Turabian Style
.PENGARUH PERLAKUAN PASCAPANEN DAN KONDISI OPERASI DISTILASI UAP TERHADAP MUTU SERTA RENDEMEN MINYAK AKAR WANGI ().Teknik Kimia:FTI,2004.Text