// <![CDATA[PRODUKSI ETANOL MELALUI PROSES FERMENTASI GLUKOSA MENGGUNAKAN Schizosaccharomyces pombe DAN BATU APUNG SEBAGAI MEDIA PENAMBAT]]> Ronny Kurniawan, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Taufiq AI Fajri / 142001021 Penulis lndri Setiati Nugraha / 142001040 Penulis 2
Etanol merupakan senyawa organik yang dapat digunakan sebagai pelarut, minuman, dan sebagai bahan bakar otomotif. Pembuatan etano1 dapat di1akukan dengan dua cara, yaitu secara sintetik me1alui reaksi kimia dan secara fermentasi melalui aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme yang dapat digunakan dalam proses fermentasi g1ukosa menjadi etanol terbagi dalam dua jenis yaitu bakteri dan ragi. Namun penggunaan ragi sebagai biokatalis lebih sering dilakukan, karena ragi lebih mudah dikontrol pertumbuhannya. Pembuatan etanol dari glukosa dalam penelitian ini menggunakan ragi Schizosaccharomyces pombe, karena ragi jenis ini mempunyai produktivitas tinggi terhadap etano1 dan tahan terhadap konsentrasi etano1 cukup tinggi. Ragi ini diperoleh dari Laboratorium Mikrobio1ogi, Institut Teknologi Bandung. Glukosa yang digunakan dalam penelitian ini adalah g1ukosa teknis/ farmasi. Fermentasi glukosa menjadi etanol secara curah dilakukan dalam fermentor berupa labu erlenmeyer yang dilengkapi dengan leher angsa, dengan volume kerja 150 ml dan ragi yang ditambatkan pada batu apung (20 gr, mesh 20-30) dalam keadaan tersuspensi. Variasi kadar glukosa yang digunakan yaitu 50, 150, dan 300 gil dengan variasi waktu fermentasi yaitu 1, 2, dan 7 hari. Fermentasi etanol secara curah berlangsung pada kondisi anaerob pada suhu 25-30 °C dan pH 4,5. Konsentrasi produk etanol tertinggi dalam penelitian ini sebesar 44, 3882 % (VN) pada konsentrasi glukosa 150 gil, waktu ferentasi 7 hari dan nilai produktivitasnya adalah 2,08 g/l.jam.