// <![CDATA[PEMBUATAN KHITOSAN DENGAN PROSES DEASETILASI KHITIN DARI LIMBAH KEPALA DAN KULIT UDANG]]> Carlina D. Ariono, lr., MT. Dosen Pembimbing 1 Haryono, S.T. Dosen Pembimbing 2 lndra Respati / 142002032 Penulis Dimas Eka Y.R. / 142002037 Penulis 2
Khitosan merupakan produk turunan dari polimer khitin yang terdapat pada eksoskeleton dari crustaceae dan invertebrata lainnya. Kepala dan kulit udang merupakan bahan baku yang potensial dalam proses pembuatan khitosan, selain karena kandungan khitinnya yang cukup tinggi, keberadaannya yang dianggap sebagai limbah dalam jumlah yang melimpah menjadikan kepala dan kulit udang sangat potensial untuk dijadikan bahan baku pembuatan khitosan. Khitosan merupakan senyawa non sintetik yang dapat dengan mudah dimodifikasi secara kimia, hal inilah yang menjadikan khitosan sangat aman digunakan dalam berbagai aplikasi. Di bidang farmasi dan kesehatan, khitosan digunakan sebagai obat anti kolesterol dan benang operasi. Selain itu khitosan banyak digunakan pada industri makanan untuk penyedap rasa dan pengawet bahan makanan dan di industry kosmetik sebagai pembangun kekentalan pada shampoo. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik proses pembuatan khitin dari khitosan yang terkandung dalam limbah kepala dan kulit udang berdasarkan perolehan khitosan yang dihasilkan, serta mengetahui karakteristik khitosan yang diperoleh berdasarkan derajat deasetilasinya. Variabel operasi yang dipelajari pada penelitian ini adalah waktu reaksi deasetilasi dengan variasi waktu 30, 60, 90, 120, dan 150 menit serta temperatur reaksi deasetilasi, dengan variasi temperatur 60°C, 80°C, dan 100°C. Dari penelitian ini didapatkan kondisi terbaik reaksi deasetilasi berlangsung pada temperatur 80°C dan waktu reaksi 90 menit dengan rasio antara khitin dan larutan NaOH 60% 1:10 (b/v). Hasil pada kondisi operasi tersebut adalah: • Derajat Deasetilasi = 83 ,2529% • Kadar Air = 12,15%