// <![CDATA[ADSORPSI ZAT WARNA METILEN BIRU DENGAN ADSORBEN KULIT PISANG NANGKA]]> Sirin Fairus, STP., M.T. Dosen Pembimbing 1 INDRA KURNIARAN WIJAYA / 142001010 Penulis ALBERT TJIU / 142001011 Penulis 2 Luh Indi Baramuni, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2
Industri tekstil adalah industri yang potensial menghasilkan limbah cair, diantaranya yaitu limbah zat warna yang dibuang ke badan air. Zat warna tersebut dapat menyebabkan pencemaran pada badan air, di samping mengganggu ketentraman masyarakat pengguna badan air tersebut. Adsorpsi merupakan metode yang cocok untuk mengurangi konsentrasi zat warna limbah sebelum limbah tersebut dilepaskan ke badan air. Dalam penelitian ini, zat warna metilen biru (MB) digunakan sebagai bahan pembuatan limbah sintetik, adsorben yang digunakan yaitu kulit pisang yang telah dibersihkan, dihaluskan dan dikeringkan. Adsorpsi dilakukan secara tumpak, dengan dosis adsorben yang digunakan adalah 1 gram adsorben per 1000 mL larutan Metilen biru - rasio 1:1000. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara kuantitatif kemampuan adsorpsi kulit pisang dalam mengadsorpsi zat warna Metilen biru. Urutan dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu: Penentuan waktu kontak optimum (t0p1), Penentuan pH adsorpsi optimum (pH0p1), dan variasi konsentrasi adsorbat (Co) pada pH optĀ· Berdasarkan basil penelitian ini, kulit pisang terbukti mampu mengadsorpsi zat warna metilen blue dengan persentase penyisihan hingga 98.2% dengan pH adsorpsi optimum pada pH 8.0. Perbandingan antar Isoterm adsorpsi menunjukan bahwa adsorpsi dengan adsorben kulit pisang cenderung mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir (R2 0.979), jika dibandingkan dengan isoterm adsorpsi Freundlich (R2 = 0.892).