// <![CDATA[PENENTUAN KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS INDIVIDUAL DAN TEMPERATUR KELUAR FLUIDA PADA ALAT PENUKAR PANAS PJPA GANDA TANPA DISERTAI PERUBAHAN FASA DENGAN PROGRAM SIMULASI BERBASIS MATLAB]]> Carlina D. Ariono, lr., MT. Dosen Pembimbing 1 Yenni, S.T. Dosen Pembimbing 2 Mohammad FarenzaF.P. / 141999056 Penulis Arinto Dwi Wicaksono / 141999047 Penulis 2
Fenomena perpindahan panas banyak sekali dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai penerapan yang sangat luas di berbagai bidang kehidupan. Perpindahan panas merupakan suatu peristiwa berpindahnya energi (panas) dari suatu zatlmateri ke zat lainnya sebagai akibat dari adanya perbedaan temperatur antara kedua zat tersebut. Secara umum, fenomena perpindahan panas dikelompokkan ke dalam tiga pola transfer yaitu perpindahan panas secara konduksi, konveksi dan radiasi. Banyak sekali jenis media atau peralatan yang dapat digunakan untuk meninjau peristiwa perpindahan panas. Namun peralatan yang paling sederhana dan paling mudah untuk ditinjau adalah dengan menggunakan instrumen penukar panas pipa ganda (double pipe heat exchanger). Penanganan masalah fenomena perpindahan kalor secara kualitatif biasanya didasarkan atas neraca energi dan laju perpindahan kalor. Perhitungan laju perpindahan kalor didasarkan atas luas permukaan penukaran kalornya (heat flux). Parameter yang diperlukan untuk perhitungan laju perpindahan kalor tersebut adalah nilai koefosien perpindahan panas menyeluruh, dengan terlebih dahulu menghitung nilai koefisien perpindahan panas individual lapisan (h). Nilai koefisien perpindahan panas individual lapisan (h) untuk fluida panas dan fluida dingin tersebut dapat digunakan untuk menentukan besarnya temperatur fluida panas dan fluida dingin yang keluar dari system penukar panas pipa ganda. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan verifikasi percobaan perpindahan panas pada penukar panas pipa ganda yang telah dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia Itenas, dengan menggunakan sebuah program simulasi berbasis MA TLAB. Maksud penggunaan program adalah agar proses pengolahan data ke dalam turunan persamaan dapat berlangsung secara cepat dan akurat sehingga diperoleh data verifikasi yang Jebih valid.