// <![CDATA[PENGARUH JENIS PELARUT (N-HEKSANA, ETANOL), UKURAN BlJNGA KENANGA DAN RASIO BERAT BUNGA KENANGA TERHADAP VOLUME PELARUT DALAM EKSTRAKSI BUNGA KENANGA]]> Jono Suhartono, S.T. Dosen Pembimbing 2 Deasy Widyastri, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Tenny Hertikasari / 142000082 Penulis Irma Syarifah / 142000090 Penulis 2
Kenanga merupakan salah satu tanaman perkebunan indonesia yang dapat menghasil'Jlll minyak atsiri. Untuk memperoleh minyak ker.anga dilakukan ekstraksi bunga kenanga. Setelah proses ekstraksi selesai, ekstrak yang diperoleh didistilasi dengan alat distdasi vakum untuk memisahkan minyak kenanga dari pelarut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh jenis pelarut (nheksana dan etanol) dan rasio berat bunga kenanga dengan volume pelarut dalam ekstraksi bunga kenanga menggunakan metode Soxhlet. Manfaat penelitian ini adalah memberikan pemahaman tentang pengaruh jenis pelarut dan rasio berat bunga kenanga dengan volume pelarut terhadap ekstraksi bunga kenanga dengan metode Soxhlet. Metode penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu percobaan pendahuluan dan percobaan utama. Percobaan pendahuluan bertujuan untuk menentukan waktu ekstrak;i optimum dalam ekstraksi bunga kenanga. Variasi yang dilakukan dalam percobaan utama adalah rasio berat bunga kenanga dengan volume pelamt, jenis pelarut dan ukuran bunga kenanga. Hasil ekstraksi yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan alat Kromatografi Gas - Spektrometri Massa (GC-MS) dan juga analisis perolehan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan percobaan faktorial 2k dalam tiga faktor dan meng&runakan metoda kontras. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dengan pclarut n-heksana, ukuran bunga kenanga yang dirajang dan rasio berat bunga kenanga terhadap volume pelarut sebesar l00 gr : 800 ml, dihasilkan perolehan terbesar yaitu 1,984%. • Dengan perlakuan tersebut, minyak yang dihasilkan memberikan kemiripan dengan kromatogram standar (literatur) minyak bunga kenanga yang mempunyai komponen utama ᵦ-kariofilena. Hal ini sesuai dengan basil percobaan yang menunjukkan kadar ᵦ-kariofilena sebesar 30,91%, sementara dari literatur menyebutkan kadar ᵦ-kariofilena sebesar 57,00%. Dari anaisis varians dapat disimpulkan bahwa rasio berat bunga kenanga terhadap voiume pelarut, jenis pejarut dan ukuran bunga kenanga mempengaruhi hasil perolehan.