// <![CDATA[PENGARUH PELAYUAN DAN LAJU KUKUS TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK NILAM (PATCHOULI OIL) DENGAN METODE DISTILASI UAP]]> Carlina D. Ariono, lr., MT. Dosen Pembimbing 1 DONI IHW ANUDIN THOHA/ 142002029 Penulis AULIA RACHMAN SIDIK/ 142002033 Penulis 2
Pogostemon cablin Benth atau yang biasa dikenal dengan nama nilam termasuk famili Lamiaceae. Minyak nilam merupakan salah satu minyak atsiri yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pembuatan minyak wangi, kosmetik dan obat-obatan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelayuan dan laju kukus terhadap perolehan minyak nilam serta mengetahui karakteristik dan komposisi kimia minyak nilam dengan menggunakan metode penyulingan uap. Waktu penyulingan adalah 5 jam dengan memvariasikan lama pelayuan (4 dan 7 hari) dan laju kukus (38,066; 42,525 dan 45,723 ml/menit). Hasil percobaan menunjukkan bahwa bahan yang dilayukan selama 7 hari pada laju kukus 45,723 ml/menit menghasilkan rendemen minyak paling tinggi, yaitu sebesar 1 ,06%. Dari parameter kualitas yang dianalisis yaitu berat jenis, indeks bias dan kelarutan dalam alkohol 90%, dapat dikatakan bahwa minyak nilam yang dihasilkan telah memenuhi standar mutu minyak nilam yang dikemukakan oleh Standar Nasional Indonesia (SNJ). Dan dari uji analisis kromatografi gas didapat bahwa patchouli alcohol merupakan komponen paling banyak yang terdapat dalam minyak nilam yaitu sebesar 26,28%.