// <![CDATA[STUDI TEMPERATUR PADA TAHAP PEMBUBlJRAN DALAM PROSES PENGHILANGAN TINTA (DEINKIING) DARI KERTAS KORAN DENGAN FLOTASI]]> Jono Suhartono, S.T. Dosen Pembimbing 2 Marthen Luther Doko. lr., M.T. Dosen Pembimbing 1 Rasmawan Katarina / 142002051 Penulis Yenny lvone. P / 142002073 Penulis 2
Kertas bekas yang sudah mengalami proses penghilangan tinta dengan flotasi pada umumnya mempunyai kualitas kertas yang lebih baik. Penghilangan tinta pada kertas bekas salah satunya bergantung dari waktu interaksi antara bahan kimia dan serat pada tahap pembuburan.Umumnya penelitian yang sudah dilakukan tidak menggunakan pemanasan pada tahap pembuburan. Untuk itu perlu dikembangkan suatu langkah baru untuk mempercepat interaksi antara bahan kimia dan serat tersebut antara lain yaitu dengan bantuan temperature. Dalam penelitian ini, akan dipelajari pengaruh temperature yang paling baik terhadap penghilangan tinta dari kertas koran bekas. Variabel yang diamati adalah variabel temperature pada tahap repulping, antara lain yaitu temperatur ruang (27°C); 35°C; 40°C; 45°C; 50°C; dan 80°C. Bahan kimia yang digunakan adalah NaOH, Na2Si03 , H2O2 (2,5%; 2,5%; 1% terhadap berat serat kertas koran), Dan kolektor yang digunakan pada pembuburan kertas koran bekas adalah Asam Oleat (1.5% terhadap berat serat kertas koran). Karakterisasi yang ditinjau terhadap kertas hasil pemisahan tinta dari kertas koran bekas dengan proses flotasi adalah Gramatur, derajat putih, dan Opasitas. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hanya derajat putih yang dipengaruhi oleh temperatur, dimana temperatur yang paling baik adalah 40°C dengan derajat putih yang dihasilkan sebesar 58.3%. Gramatur dan opasitas tidak dipengaruhi oleh temperatur, hal ini terlihat dari hasil penelitian yang didapatkan cenderung sama.