MENCARI ALTERNATIF PEMISAHAN KOMPOSISI MINYAK SEREH WANGI
Kertas bekas yang sudah mengalami proses penghilangan tinta dengan flotasi pada umumnya mempunyai kualitas kertas yang lebih baik. Penghilangan tinta pada kertas bekas salah satunya bergantung dari waktu interaksi antara bahan kimia dan serat pada tahap pembuburan.Umumnya penelitian yang sudah dilakukan tidak menggunakan pemanasan pada tahap pembuburan. Untuk itu perlu dikembangkan suatu langkah baru untuk mempercepat interaksi antara bahan kimia dan serat tersebut antara lain yaitu dengan bantuan temperature. Dalam penelitian ini, akan dipelajari pengaruh temperature yang paling baik terhadap penghilangan tinta dari kertas koran bekas. Variabel yang diamati adalah variabel temperature pada tahap repulping, antara lain yaitu temperatur ruang (27°C); 35°C; 40°C; 45°C; 50°C; dan 80°C. Bahan kimia yang digunakan adalah NaOH, Na2Si03 , H2O2 (2,5%; 2,5%; 1% terhadap berat serat kertas koran), Dan kolektor yang digunakan pada pembuburan kertas koran bekas adalah Asam Oleat (1.5% terhadap berat serat kertas koran). Karakterisasi yang ditinjau terhadap kertas hasil pemisahan tinta dari kertas koran bekas dengan proses flotasi adalah Gramatur, derajat putih, dan Opasitas. Secara umum dapat disimpulkan bahwa hanya derajat putih yang dipengaruhi oleh temperatur, dimana temperatur yang paling baik adalah 40°C dengan derajat putih yang dihasilkan sebesar 58.3%. Gramatur dan opasitas tidak dipengaruhi oleh temperatur, hal ini terlihat dari hasil penelitian yang didapatkan cenderung sama.
Dalam penelitian ini telah dilakukan suatu upaya meningkatkan mutu minyak sereh wangi dan proses pemisahan untuk: mencoba kemungkinan dihasilkan kadar sitronelal dan geraniol sebagai zat yang lebih murni yang memiliki komposisi tinggi. Proses pemisahan ini dilakuk:an pada kondisi vakum, pada tekanan 20 mmHg dan refluk:s ratio R=2,3 dan R=4. Jenis operasi yang dilakukan adalah distilasi Batch dengan menggunakan kolom vigreux beruk:uran 40 cm. Penilitian ini dilakuk:an dengan menganalisis mutu minyak sereh wangi asli dan selanjutnya dilakuk:an proses pemisahan, serta melakukan perbandingan antara mutu minyak sereh sebelum dan sesudah proses pemisahan serta terhadap syarat komoditi ekspor kadar sitronelal dan geraniol. Cara yang digunakan untuk: menganalisis komponen sitronelal dan geraniol adalah dengan cara menurut Guenther yaitu metoda bisulfit untuk: penentuan kadar sitronelal dan penetapan alkohol dengan cara asetilasi untuk: penentuan kadar geraniol. Berdasarkan hasil analisis tersebut kadar sitronelal tertinggi terdapat pada Run ill (P=20 mmHg, R=4) di dapat pada distilat kadar sironelal 24 %. Kadar sironelal yang dihasilkan menunjukkan peningkatan 120 % untuk Run III dan tetapi memenuhi syarat untuk: komoditi ekspor kadar sitronelal 35%. Dalam makalah penelitian ini juga diberikan beberapa saran yang mungkin berguna untuk peneliti selanjutnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2001).MENCARI ALTERNATIF PEMISAHAN KOMPOSISI MINYAK SEREH WANGI ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.MENCARI ALTERNATIF PEMISAHAN KOMPOSISI MINYAK SEREH WANGI ().Teknik Kimia:FTI,2001.Text
MLA Style
.MENCARI ALTERNATIF PEMISAHAN KOMPOSISI MINYAK SEREH WANGI ().Teknik Kimia:FTI,2001.Text
Turabian Style
.MENCARI ALTERNATIF PEMISAHAN KOMPOSISI MINYAK SEREH WANGI ().Teknik Kimia:FTI,2001.Text