Modifikasi Pati Ubi Kayu Sebagai Aditif Proses Sizing di Industri Tekstil
Pati adalah homopolimer glukosa dengan ikatan glikosidik. Terdiri dari dua macam polimer yaitu polimer rantai lurus atau linear dan polimer rantai bercabang. Polimer rantai lurus disebut amilosa, sedangkan polimer rantai bercabang dusebut amilopektin. Berbagai komoditas yang dapat diolah menjadi pati antara lain gandum, beras, jagung, ubi kayu, kentang, sagu dan lain-lain. Pati yang belum termodifikasi memiliki kegunaan yang sangat terbatas dalam industri. Pati termodifikasi didefinisikan sebagai pati yang telah mengalami modifikasi baik secara kimia, fisika, ataupun enzimatik. Pati ubi kayu merupakan salah satu jenis pati yang dapat digunakan sebagai bahan sizing atau pengkanjian di industri tekstil yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan dari benang hasil produksi sehingga mudah untuk ditenun. Metode oksidasi pada pati dilakukan dengan penambahan natrium hipoklorit ke dalam suspensi pati pada suhu 50-70°C, pH 6-8, kemudian netralisasi, pencucian dan pengeringan. Dari hasil penelitian selama 5 jam, pada suhu 70 °C, pH 8, didapatkan harga kadar air sebesar 14%, harga viskositas sebesar 32 cPs, dan harga derajat putih sebesar 103,53%. Harga-harga parameter ini sesuai dengan standarisasi proses sizing di industri tekstil.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).Modifikasi Pati Ubi Kayu Sebagai Aditif Proses Sizing di Industri Tekstil ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.Modifikasi Pati Ubi Kayu Sebagai Aditif Proses Sizing di Industri Tekstil ().Teknik Kimia:FTI,2007.Text
MLA Style
.Modifikasi Pati Ubi Kayu Sebagai Aditif Proses Sizing di Industri Tekstil ().Teknik Kimia:FTI,2007.Text
Turabian Style
.Modifikasi Pati Ubi Kayu Sebagai Aditif Proses Sizing di Industri Tekstil ().Teknik Kimia:FTI,2007.Text