// <![CDATA[IDENTIFIKASI DAERAH RENTAN BANJIR Dl DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM HULU KABUPATEN BANDUNG DAN SEKITARNYA]]> Aprilana, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 SUNIARTI / 231996005 Penulis Sonny Mawardi, S.T. Dosen Pembimbing 2
Banjir adalah suatu fenomena alam yang potensial menimbulkan kerusakan. terjadi pada kondisi tertentu, dengan periode waktu yang spesifik pada suatu daerah tertentu (Kodoatie, 2002). Akibat banjir yang parah biasanya terjadi di daerah dataran banjir dan daerah rendah lainnya seperti Daerah aliran sungai (DAS). Mengingat kesatuan hubungan ini , maka pelestarian daerah hulu sangat penting untuk menjamin lestarinya di daerah aliran sungai (DAS) tersebut. Teknologi Penginderaan Jarak Jauh dapat mengidentifikasi wilayah bencana banjir dan mendeteksi Tata Guna Lahan. Sedangkan teknologi Sistem lnformasi Geografik dapat digunakan untuk menganalisis wilayah bencana banjir dengan melakukan klasifikasi dan skoring menggunakan metode Katemer terhadap variabel-variabel penyebab banjir seperti curah hujan, kemiringan lereng, ketinggian tempat, jenis batuan, jenis tanah dan tata guna lahan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kondisi lahan di daerah aliran sungai citarum hulu yang di kategorikan baik adalah seluas 16.710 ha (9,15%), normal seluas 146.001 ha (79,95%), dan daerah yang rentan terhadap banjir seluas 20.015 ha (10,90%). Hal ini berarti bahwa 10,90 % (20.015 ha) Daerah Aliran Sungai Citarum Hulu masih rentan terhadap bahaya banjir dari luas seluruh kawasan DAS Citarum Hulu sebesar 182. 615 ha.