// <![CDATA[PREDIKSI ALIRAN LAHAR MENGGUNAKAN MODEL PERMUKAAN DIGITAL METODE TIN (TRIANGULATED IRREGULAR NETWORK) (Studi Kasus Gunung Kelut)]]> Hary Nugroho., Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Rizki Firmansyah / 231997025 Penulis Deni Suwardhani, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 2
Manfaat gunung bagi daerah sekitarnya dapat ditinjau dari beberapa aspek, antara lain aspek wisata, budaya maupun ekonomi. Selain manfaat tersebut gunung api juga dapat dikatakan berbahaya, dikatakan berbahaya jika gunung api tersebut meletus dan akibat dari letusan itu dapat mengancam keselamatan manusia atau lingkungan hidup manusia. Salah satu dari bahaya gunung api adalah lahar. Lahar bukan hasil atau bahan erupsi gunung api tetapi merupakan campuran dari bahan erupsi, terutama abu gunung api dan alt. Penanggulangan bencana akibat kegiatan gunung api masih merupakan masalah, bukan saja di Indonesia, tetapi juga di negara lain. Upaya untuk menanggulangi bencana tersebut adalah mengurangi jumlah korban sesedikit mungkin dengan berbagai cara yang dilakukan. Perkembangan teknologi telah memungkinkan orang untuk melakukan prediksi landaan aliran lahar salah satunya dengan menggunakan pemodelan dari Model Permukaan Digital. Metode pemodelan yang dilakukan untuk dapat memprediksi daerah bahaya aliran lahar akibat letusan gunung api dan memodelkan daerah landaan aliran ini, yaitu model permukaan digital dalam bentuk model TIN (Triangulated Imgular Network).