// <![CDATA[STUDI PENGUKURAN BIDANG TANAH Dl ATAS PETA CITRA QUICKBIRD UNTUK KEPERLUAN PENDAFTARAN TANAH (Studi Kasus :]]> Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 MOHAMAD RIDWAN / 232000029 Penulis Deni Pathudin, S.T. Dosen Pembimbing 2
Berkembang pesatnya lnovasi teknologi penginderaan jauh dari satelit saat ini ditandai dengan dihasilkannya citra satelit Quickbird yang mempunyai resolusi spasial yang cukup teliti yaitu 0, 6 meter x 0, 6 meter. Dengan keunggulan tersebut diharapkan citra Quickbird dapat memenuhi tuntutan ketelitian dalam bidang pemetaan skala besar sebagai solusi altematif dalam mengatasi masalah pemetaan di Indonesia, seperti tidak lengkapnya peta di daerah, terbatasnya ketersediaan peta dasar pendaftaran, dll. BPN (Badan Pertanahan Nasional) sebagai lembaga pemerintah yang mengemban tugas dalam bidang administrasi pertanahan memandang perlu untuk mengetahui hingga sejauhmana citra Quickbird dapat dimanfaatkan dalam pengadaan peta dasar pendaftaran. Mengacu pada PMNA/Ka.BPN No.3 Th. 1997 pasal 12 ayat 1, pada skripsi ini, dengan pemanfaatan citra satelit Quickbird dilakukan beberapa kajian, yaitu bagaimana prosedur pengukuran pelaksanaan pengukurannya, mengkajilmengetahui sejauhmana penyimpangan yang terjadi apabila dilakukan pengukuran jarak dan luas, suatu objek bidang tanah yang dilakukan di atas citra Quickbird dengan hasil pengukuran di lapangan, dan untuk mengetahui hal-hal teknis yang dihadapi dan perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengukuran, khususnya untuk bidang-bidang tanah yang tidak beraturan. Jika ditinjau dari hasil pengujian secara statistika dengan metode uji regresi linear dan uji nilai rata-rata simpangan, keduanya tidak memperlihatkan perbedaan yang berarti, atau dapat dinyatakan bahwa seluruh hasil pengukuran yang dilakukan relative sama pada tingkat signifikansi 5%.