// <![CDATA[UNIFIKASI SISTEM PROYEKSI PETA UNTUK KADASTER KELAUTAN]]> Ir. Didik Wihadi, W. S., M.T. Dosen Pembimbing 1 SYAHRUL RAMADHAN / 232001018 Penulis Iwan Kurniawan, Ir. M.App.Sc. Dosen Pembimbing 2
Beberapa tahun terakhir ini Indonesia dihadapkan pada berbagai permasalahan wilayah laut yang harus segera diselesaikan. Bentuk permasalahan ini adalah tumpang tindihnya proses pengelolaan dan pemanfaatan ruang wilayah laut, seperti adanya kasus penambangan pasir laut di Provinsi Riau yang berbenturan dengan kepentingan nelayan dan memberikan dampak rusaknya kabel dan pipa bawah laut. Kasus di Kepulauan Seribu yang terkenal dengan budidaya rumput laut dan kasus adanya konflik Indonesia dengan negara tetangga yang menyangkut penetapan batas wilayah laut. Untuk mengantisipasi berbagai persoalan ini, maka dibutuhkan suatu konsep pengadministrasian wilayah laut dimana kadaster kelautan merupakan salah satu altematif dalam pengadministrasian ini. Proses pengadministrasian ruang wilayah laut dengan kadaster kelautan akan memberikan informasi yang disajikan dalam bentuk peta. Terkait dengan peta, maka kondisi Indonesia untuk penerapan kadaster kelautan menemui permasalahan yaitu paling tidak adanya tiga badan pemerintah yang mengelola dan memanfaatkan peta dalam sistem proyeksi yang berbeda-beda. Dengan adanya bentuk permasalahan ini maka perlu dilakukannya penelitian terhadap unifikasi sistem proyeksi peta untuk kesesuaian kadaster kelautan yang meliputi: penyatuan sistem proyeksi peta untuk metode pengukuran kadaster kelautan di wilayah laut Indonesia, skala, satuan jarak, jenis peta, dan sistem penomoran lembar peta. Dalam proses penelitian ini data yang dilibatkan adalah data simulasi terhadap sistem proyeksi. Berdasarkan hasil dan pembahasan pada proses penelitian ini, maka diperoleh suatu sistem proyeksi yang sesuai diterepkan di Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.