// <![CDATA[USULAN TINDAKAN PENGENDALIAN RESIKO KERJA MANUAL BERDASARKAN HASIL PENILAIAN MANUAL TASKS RISK ASSESSMENT TOOL (ManTRA) V 2.0 (Studi Kasus di CV. Granando Putra Jaya)]]> Ir. Yuniar, M.T. Dosen Pembimbing 1 Arie Desrianty, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 RADINDA WIDIYANI / 132002020 Penulis
Resiko kerja merupakan konsekuensi yang harus dihadapi oleh semua industri dalam melaksanakan berbagai aktivitas produksinya. Kecelakaan dan penyakit akibat kerja manual merupakan salah satu resiko kerja yang harus dihadapi. Menurut International Labour Organization (IW) setiap tahun terjadi 1,1 juta kematian yang disebabkan oleh penyakit atau kecelakaan akibat hubungan pekerjaan {Depkes, 2005). CV. Granando Putra Jaya adalah sebuah industri manufaktur yang menghasilkan produk berupa alat bantu (jig) dalam pembuatan ring piston, salah satu jenis jig yang dihasilkan adalah Mekki Tsutsu. Aktivitas produksi dan quality control dalam pembuatan jig tersebut termasuk ke dalam kerja manual (manual task). Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara dengan menggunakan Discomfort Survey dan Nordic Musculoskeletal Questionnare yang disebarkan ke setiap operator di setiap stasiun kerja menunjukkan adanya indikasi bahwa operator merasa sakit, pegal-pegal, kesemutan, otot kaku (kram) dan lainnya pada beberapa bagian tubuhnya. Kondisi-kondisi ini dalam jangka waktu yang panjang tentunya akan menimbulkan cedera permanen dan pada akhirnya terjadi musculoskeletal disorder. Untuk mengidentifikasi dan menaksir resiko kecelakan atau penyakit akibat kerja manual maka dilakukan penilaian resiko (risk assessment) sehingga dapat diketahui tindakan pengendalian terhadap resiko (risk control) yang perlu dilakukan. Pada penelitian ini, tindakan pengendalian terhadap resiko (risk control) dilakukan berdasarkan pendekatan ergonomi dan ditentukan berdasarkan tingkat/level resiko yang terjadi di setiap stasiun kerja Untuk mengetahui tingkatan resiko yang terjadi maka dilakukan penilaian resiko berdasarkan Manual Task Risk Assessment Tool (Man1RA) V 2.0. Penelitian dilakukan pada setiap sub pekerjaan di setiap stasiun kerja yang terlibat dalam proses produksi alat bantu (jig) jenis Mekki Tsutsu. Setiap sub pekerjaan diukur tujuh karakteristik resiko kerja yaitu total time, duration, cycle time, force, speed, awkwardness, dan vibration. Kemudian dilakukan penilaian dengan memberikan kode angka pada setiap karakteristik resiko kerja dan hasilnya adalah kode total time,repetition (penggabungan antara duration dan cycle time), exertion (penggabungan force dan speed), awkwardness postures, dan vibration. Hasil penilaian setiap resiko kerja di setiap stasiun kerja kemudian dituangkan ke dalam sebuah Manual Task Risk Assessment Tool (ManTRA) V 2.0. Hasil penilaian menunjukkan bahwa stasiun kerja bubut adalah stasiun kerja yang memiliki rata-rata total resiko kumulatif terbesar dengan nilai 14,6. Dua sub pekerjaan yang nilai resiko kumulatifuya melebihi nilai ambang batas yaitu sub pekerjaan "mengambil benda kerja" dan "menyimpan benda kerja" dengan nilai resiko kumulatif masing-masing sub pekerjaan adalah 18 dan 19. Oleh karena itu, tindakan pengendalian dilakukan pada stasiun kerja bubut untuk sub pekerjaan "mengambil benda kerja" dan "menyimpan benda kerja". Tindakan pengendalian dilakukan dengan cara memberikan usulan rancangan fasilitas kerja yang ergonomis berupa alat bantu yaitu kombinasi meja gunting (sciccor lift) dan trolley serta palet Usulan tindakan pengendalian tersebut diharapkan dapat membantu operator saat melakukan penanganan material sehingga operator tidak perlu mengeluarkan tenaga yang besar untuk mengangkut benda kerja, jumlah pengangkutan benda kerja menjadi berkurang, operator cukup mendoronglmenarik trolley untuk mengangkut benda kerja, dan operator tidak perlu menjangkau benda kerja dengan postur membungkuk. Hasil penilaian antara kondisi saat ini dengan usulan menunjukkan bahwa rata-rata total skor resiko kumulatifpada stasiun kerja bubut mengalami penurunan dari 14.6 menjadi 13.75. Skor resiko kumulatifpada kedua sub pekerjaan mengalami penurunan dari 18 dan 19 menjadi 16 dan 15. Penurunan nilai-nilai tersebut menunjukkan bahwa resiko kecelakaan atau penyakit akibat sub pekerjaan "mengambil benda kerja" dan "menyimpan benda kerja" di stasiun kerja bubut telah dapat dikurangi walaupun secara keseluruhan belum dapat dihilangkan.