// <![CDATA[PEMBUATAN PETA 3D MENGGUNAKAN CRRA QUICKBIRD HASIL FUSI DENGAN METODE PC SPECTRAL SHARPENING (Daerah Studl:]]> Hary Nugroho, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 2 HENDRI KUSMAWADI / 232000019 Penulis
Selama ini sebagian besar peta rupabumi yang ada dalam bentuk dua dimensi yang dilengkapi dengan informasi ketinggian. Dalam peta tersebut tidak terlihat dengan jelas perbedaan ketinggian yang dimiliki permukaan tanah. Untuk menyajikan bentuk permukaan tanah (terrain) yang lebih realistik maka digunakan peta 30. Peta 30 pada penelitian ini adalah gabungan dari data OEM dengan citra satelit sehingga dari hasil gabungan terlihat dengan jelas terrain yang merupakan representasi dari wujud dunia nyata. Agar tampilan 30 mempunyai kejelasan mengenai obyek serta permukaan tanah yang baik, maka peta dibuat dalam format berwama. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan data citra hasil fusi, antara lain fusi citra QuickBird. Pada penelitian ini dllakukan pengkajian pembuatan peta 30 menggunakan hasil fusi dtra QuickBird Multispektral 2.4 m dan Pankromatik 0.6 m daerah Taliwang dengan metode PC Spectral Sharpening. Hasil analisis secara visual menunjukkan bahwa obyek kebun, sawah, pemukiman, sungai, dan jalan raya yang terdapat pada citra QuickBird hasil fusi memiliki ketajaman yang jelas, serta warna yang lebih terang blla dibandingkan dengan dtra Quickbird sebelum fusi. Peta 30 yang diperoleh dari hasil fusi citra QuickBird ini menunjukkan kerincian objek di dalam tampilan peta 30 tersebut, serta permukaan tanah yang terdapat dalam peta terlihat dengan jelas perbedaan ketinggiannya.