// <![CDATA[PENGARUH PENGGUNAAN RUMUS POLINOMIAL ORDE SATU, DUA, DAN TIGA DALAM PROSES KOREKSI GEOMETRIK CITRA DIJITAL SATELIT PENGINDERAAN JAUH]]> Dewi Kania Sari, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 M. A. Basyid, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 ENTUS SAHAL TUSTURI / 231995004 Penulis
Salah satu hal terpenting bagi pemakai citra satelit penginderaan jauh adalah bentuk geometrik citra yang benar, yang akan diaplikasikan pada berbagai disiplin ilmu, seperti pada pembuatan peta, pemantauan hutan, dan lain-lain. Pada umumnya citra dijital masih mengandung kesalahan geometrik, untuk dapat memanfaatkannya secara optimal maka kesalahan tersebut harus dikoreksi terlebih dahulu. Koreksi geornetrik dilakukan untuk rnemperoleh ketepatan obyek pada citra dengan kondisi obyek sebenamya dilapangan. Dalam proses koreksi geornetrik dikenal proses registrasi citra yang rnentransformasikan koordinat piksel pada citra rnenjadi koordinat yang diinginkan. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan titik kontrol tanah (urnumnya didapat dari interpolasi peta) untuk mendapatkan parameter transformasi. Metode transformasi ada berbagai rnacam salah satunya rnetode polinornial yang dibagi menjadi tiga orde yaitu polinornial orde I, II, dan III. Dalam penelitian tugas akhir ini dilakukan penelitian terhadap pengaruh penggunaan rumus polinornial tersebut, baik orde I, II, dan ill dengan berbagai sebaran dan jumlah titik kontrol, sehingga dapat ditentukan metode polynomial orde berapa yang paling rnendekati keadaan sebenamya dilapangan.