// <![CDATA[ANALISIS PERBANDINGAN KLASIFIKASI TERBIMBING DAN TAK TERBIMBING PADA CITRA LANDSAT-TM ( Studi Kasus :]]> M.A. Basyid, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 M. Suhendri / 231995035 Penulis Yanti Sofiyanti, S.T. Dosen Pembimbing 2
Penginderaan jauh merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengobservasi suatu obyek di permukaan bumi tanpa melakukan kontak langsung dengan obyek tersebut. Pada prosesnya interpretasi obyek tutupan lahan suatu wilayah didefinisikan dengan melakukan klasifikasi terhadap data penginderaan jauh tersebut. Permasalahan yang timbul dari proses klasifikasi tersebut adalah pemilihan jenis klasifikasi yang sesuai dengan kebutuhan informasi dan tingkat ketelitiannya. Data penginderaan jauh Landsat-TM yang memiliki 7 band dan resolusi spasial 30x30 m mempunyai kemungkinan akan memberikan kelas campuran yang disebabkan oleh heterogenitas obyek tutupan lahan di permukaan bumi. Dengan alasan ini maka diperlukan suatu metode klasifikasi yang paling sesuai digunakan untuk suatu wilayah di permukaan bumi, dengan mempelajari obyek tutupan lahan yang akan di interpretasi tersebut. Klasifikasi secara umum dibagi atas dua yaitu klasifikasi terbimbing dan klasifikasi tak terbimbing. Pada prosesnya kedua metode klasifikasi tersebut memiliki perbedaan yang mendasar dalam melakukan pendefinisian terhadap suatu kelas obyek tutupan lahan. Sehingga hasil dari kedua metode klasifikasi tersebut memiliki perbedaan tingkat ketelitian yang dihasilkan. Validasi hasil klasifikasi terhadap obyek di lapangan dinyatakan dalam bentuk matriks kesalahan. Hasil penelitian menunjukan adanya perbedaan tingkat ketelitian rata-rata dari kedua metode klasifikasi sebesar 20% untuk klasifikasi terbimbing.