RECOVERY LIMBAH CAIR PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM
Minyak nilam adalah minyak atsiri yang diperoleh dari daun nilam dengan cara penyulingan. Minyak nilam telah tercatat sebagai penyumbang terbesar devisa Negara ketimbang minyak atsiri lainnya. Minyak nilam terutama digunakan untuk bahan baku industri pembuatan minyak wangi (sebagai pengikat bau ataujixative parfum), kosmetik, dan lain-lain. Sampai saat ini minyak nilam masih diusahakan secara tradisional. Keterbatasan teknologi menyebabkan metoda dan alat penyulingan yang digunakan petani kurang memenuhi syarat sehingga minyak nilam banyak yang terbuang percuma sebagai limbah cair. Jika minyak nilam ini dapat diambil kembali (di-recover) dari limbahnya, maka hal ini tentulah akan sangat menguntungkan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu lamanya waktu penyimpanan limbah (1, 2 dan 4 hari setelah proses penyulingan), perlakuan awal terhadap limbah (flotasi udara (F) dan dekantasi (D)), perlakuan lanjutan (penyaringan dengan nilon (N) dan freezing (Fr)) dan perlakuan akhir terhadap limbah yang merupakan proses penjernihan minyak nilam dengan cara penambahan garam natrium sulfat anhidrat (G). Setelah proses pemisahan selesai, selanjutnya minyak nilam yang diperoleh diuji kualitas dan kuantitasnya untuk beberapa parameter mutu. Berdasarkan hasil percobaan, minyak nilam dari limbah cair berhasil di-recover dengan yield antara 41,75-59,34%. Yield tertinggi dihasilkan dengan metode Flotasi Freezing. Recovery satu hari setelah penyulingan menghasilkan minyak dengan kualitas yang relatif sama dengan minyak nilam hasil penyulingan. Kualitas minyak dalam limbah dua dan empat hari setelah penyulingan cenderung menurun terutama dalam hal bilangan asam dan bilangan ester. Ditinjau dari segi ekonomi, untuk operasi penyulingan selama satu bulan, metode pemisahan dengan cara flotasi udara dan freezing juga paling layak secara ekonomi, dengan nilai Payback period paling rendah (1,41 bulan), nilai Return on investment paling tinggi (69,23%) dan nilai Break event point setelah depresiasi paling kecil (29,20%).
Detail Information
Citation
APA Style
. (2002).RECOVERY LIMBAH CAIR PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.RECOVERY LIMBAH CAIR PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM ().Teknik Kimia:FTI,2002.Text
MLA Style
.RECOVERY LIMBAH CAIR PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM ().Teknik Kimia:FTI,2002.Text
Turabian Style
.RECOVERY LIMBAH CAIR PROSES PENYULINGAN MINYAK NILAM ().Teknik Kimia:FTI,2002.Text