PENGARUH ADITIF FENOLIK TERHADAP KETAHANAN OKSIDASI ESTER POLIGLISEROL-ESTOLIDA ASAM OLEAT
Keberadaan ikatan rangkap dalam struktur molekul yang digunakan, dalam hal ini Ester Poligliserol - Estolida Asam Oleat, menyebabkan pelumas cenderung mudah teroksidasi sehingga umur pelumas lebih pendek dari yang diharapkan. Penambahan aditif dapat menjadi solusi yang terbaik. Aditif yang dipilih merupakan kelompok Fenolik, yaitu 2,6-di-tert-butyl-p-cresol, Metil Paraben dan Propil Paraben yang banyak terdapat di pasaran serta digunakan sebagai pengawet bahan makanan sehingga tingkat keberacunannya rendah. Metoda pengujian yang dilakukan merupakan modifikasi dari Indiana Stirring Oxidation Test dimana sampel sebanyak 250 cc ditempatkan dalam gelas beaker 500 cc yang dimasukkan dalam oil bath untuk menjaga suhu dalam gelas beaker tetap pada 100, 150 dan 200 °C. Katalis berupa tembaga dengan luas permukaan 32 cm2 dan serbuk besi sebanyak 3 gram dimasukkan ke dalam sampel yang dilewatkan udara. Sampel diaduk dan proses dihentikan setelah 50 jam. Peningkatan viskositas dan bilangan asam diukur. Setelah dilakukan pengujian, 2,6-di-tert-butyl-p-cresol memberikan performa yang paling baik di antara ketiga aditif yang digunakan baik dari segi peningkatan bilangan asamnya maupun peningkatan viskositasnya. Pada suhu di atas 100 °C. ketiga aditif tidak berhasil dalam menghambat mekanisme oksidasi .
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).PENGARUH ADITIF FENOLIK TERHADAP KETAHANAN OKSIDASI ESTER POLIGLISEROL-ESTOLIDA ASAM OLEAT ().Teknik Kimia:FTI
Chicago Style
.PENGARUH ADITIF FENOLIK TERHADAP KETAHANAN OKSIDASI ESTER POLIGLISEROL-ESTOLIDA ASAM OLEAT ().Teknik Kimia:FTI,2003.Text
MLA Style
.PENGARUH ADITIF FENOLIK TERHADAP KETAHANAN OKSIDASI ESTER POLIGLISEROL-ESTOLIDA ASAM OLEAT ().Teknik Kimia:FTI,2003.Text
Turabian Style
.PENGARUH ADITIF FENOLIK TERHADAP KETAHANAN OKSIDASI ESTER POLIGLISEROL-ESTOLIDA ASAM OLEAT ().Teknik Kimia:FTI,2003.Text