// <![CDATA[PEMANFAATAN EKSTRAK MENGKUDU SEBAGAI ZAT ANTISEPTIK PADA PEMBUATAN SABUN MANDl PADAT]]> Carlina D. Ariono, lr., MT. Dosen Pembimbing 1 Marthen Luther Doko. lr., M.T. Dosen Pembimbing 2 SUSANTO ACHIRUDIN / 142001079 Penulis RONI TAMPUBOLON / 142001081 Penulis 2
Secara umum bahan-bahan pembersih (khususnya sabun) sering ditambahakan bahan aditif dengan tujuan agar sabun tersebut memilik.i nilai,fungsi ukuran, warna, bau, atau sifat-sifat tertentu. Tanaman mengkudu merupakan tanaman yang telah lama dikenal di Indonesia. Daging buah mengkudu mengandung zat anti alergi dan zat anti bakteri.yang dapat melawan bakteri penyebab infeks kulit. Mengkudu juga mengandung saponin, flavonoid, tamin, kuinon yang merupakan bahan pencuci yang baik karena mempunyai kemampuan membersihkan dan bersifat antiseptik. Karena kandungan tersebut, banyak masyarakat yang menggunakan mengkudu sebagai obat kulit. Pemanfaatan buah mengkudu sebagai obat kulit, secara alami kurang disukai karena baunya yang sangat menusuk sehingga masyarakat jarang menggunakannya. Supaya pemanfaatan buah mengkudu sebagai obat kulit lebih disukai maka mengkudu digunakan sebagai bahan aditif pada pembuatan sabun mandi padat. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh kondisi buah mengkudu serta penambahan komposisi yang tepat terhadap kualitas sabun mandi padat antiseptic. Pada penelitian ini digunakan komponen-komponen tetap ; sumber asam lemak (Crude Palm Stearin) dan sumber alkali (kombinasi KOH dan NaOH), sedangkan komponen yang divariasikan adalah kondisi buah mengkudu ( mentah, mengkal dan matang) dan dari masing-masing kondisi tersebut divariasikan lagi komposisinya (5 ml, 10 ml dan 15 ml). Hasil penelitian menunjukan bahwa sabun dengan penambahan komposisi 15 ml ekstra mengkudu mengkal merupakan sabun yang paling baik sebagai sabun mandi padat antiseptik.