// <![CDATA[RENCANA POLA PERGERAKAN ANGKUTAN UMUM PENUMPANG AKIBAT PENAMBAHAN DAN PEMINDAHAN LOKASI TERMINAL DI KOTA BOGOR]]> Yanti Budiyantini, Ir., M.Dev.Plg Dosen Pembimbing 1 MARIO LEVINE KAOTJIL / 242000062 Penulis Susana Rinasari, S.T. Dosen Pembimbing 2
Fungsi Kota Bogar sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) dengan kegiatan utama perdagangan regional. Posisi Kota Bogar yang strategis yaitu berada pada jalur Jakarta-Bandung dan Jakarta-Sukabumi yang memiliki akses cukup tinggi dan dihubungkan oleh jaringan jalan arteri dan jalan tol serta Kota Bogar sebagai wilayah penyangga Kota Jakarta. Hal tersebut sejalan dengan dikeluarkannya kebijakan transportasi oleh Departemen Perhubungan Darat yang menetapkan Kota Bogar sebagai salah satu dari 13 kota di Propinsi Jawa Barat sebagai simpul jaringan transportasi jalan untuk terminal penumpang tipe A. Meningkatnya intensitas pergerakan penduduk dan kegiatan sosial ekonomi di Kota Bogar dan sekitarnya, menyebabkan Terminal Baranangsiang dan Terminal Merdeka tidak mampu melayani pergerakan tersebut. Adanya upaya pemerintah untuk menanggulangi permasahalan tersebut dengan memindahkan Terminal Baranangsiang ke Kelurahan Ciluar serta penambahan sub-sub terminal di Kota Bogar, menyebabkan perubahan pola pergerakan angkutan umum penumpang (AUP) di Kota Bogar. Maka perlu direncanakan perubahan pola tersebut dalam mengatasi permasalahan transportasi di Kota Bogar. Untuk merencanakan perubahan pola pergerakan angkutan umum penumpang tersebut, digunakan metode deskriptif dengan mengidentifikasi pola pergerakan angkutan umum penumpang (AUP) menurut kondisi saat ini dan berdasarkan rencana lokasi terminal yang baru. Dengan melakukan kajian terhadap sistem trasnportasi makro yang terdiri dari beberapa sistem transportasi mikro yaitu sistem kegiatan, sistem jaringan dan sistem pergerakan serta sistem kelembagaan (Tamin, 2000). Analisis tersebut bertujuan untuk mengetahui perubahan pola pergerakan angkutan umum penumpang (AUP) di Kota Bogar. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu rencana perubahan pola pergerakan AUP untuk menanggulangi permasalahan transportasi di Kota Bogar. Perubahan pola tersebut disesuaikan dengan rencana pengembangan transportasi di Kota Bogar yaitu pengembangan sub-sub kegiatan perkotaan di Kota Bogar dengan penyebaran pergerakan angkutan umum penumpang untuk mengurangi konsentrasi pergerakan ke Pusat Kota Bogar.