PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTJ SJSTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL
Dewasa ini terdapat dua macam sistem pengapian yang digunakan pada kendaraan bennotor yaitu sistem pengapian konvensional yang masih menggunakan komponen platina sebagai komponen pemutus arusnya, dan sistem pengapian elektromk yang menggunakan rangkaian elektronika sebagai komponen pemutus arusnya. Pada sistem pengapian konvensionaJ sewaktu mesin mencapai putaran tinggi kontak platina seolah-olah selalu berada pada posisi OFF. Sehingga mer.gakibatkan mesin mcnjadi kurang bertenaga. Namun demikian karena harga platina yang relatif murah sehingga memungkinkan platina masih banyak digunakan. Sistem pengapian elektronik yang menggunakan sistem Capacilance Discharge Ignition (COl) yang ditawarkan dipasaran saat ini harganya relatif mahal. tetapi pada saat mesin mencapai putaran tinggi CDJ tersebut masih dapat memberikan pulsa diperlukan, sehing&73 mesin masih bertenaga. Untuk menggabungkan kelebihan yang terdapat pada kedua sistem tersebut di atas maka pada Tugas Akhir ini dirancang suatu rangkaian elektronik yang memiliki prinsip kerja seperti platina yang dapat bekerja dengan baik terutama pada saat mesin mencapai putaran tinggi. Rangkaian sistem pengapian tersebut menggunakan IC Multivibrator tipe CD 4538 B sebagai penghasil pulsa outpul yang sesuai dengan pulsa dari platina. dan mendapatkan inpul trigger dari platina sebagai pengontrol rangkaian. Selang waktu yang diperlukan pada multivibrator merupakan hasil perkalian harga R dan C. Besamya nilai R dan C ini akan berpengaruh terhadap waktu pengapian. Pada Japoran ini telah dilakukan uj i coba dengan cara merubah harga R dan C sebanyak 5 kombinasi. Waktu pengapian yang berada jauh diatas dari grafik perhitungan memiliki arti bahwa waktu pengapian dari rangkaian lebih larnbat di bandingkan waktu pengapian standar (acuan). Waktu pengapian yang lambat ini akan menimbulkan detonasi pada mesin. yang berarti menimbulkan Jedakan pada knalpot. Sedangkan apabila waktu pengapian yang berada dibawah grafik standar berarti waktu pengapian dari rangkaian lebih cepat dibandingkan dengan waktu pengapian standar. Hal ini akan mengakibatkan terjadi knocking (ngelitik) pada mesin. Untuk mengatasi terjadinya detonasi dan knocking pada mesin, maka harus teljadi pembakaran sempuma pada ruang bakar. Agar terjadi pembakaran sempurna yang diinginkan. maka waktu pengapian harus mendekati grafik waktu pengapian standar sehingga digunakan harga R dan C yang sesuai yaitu 47 K.Q dan 33 nF.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2001).PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTJ SJSTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL ().Teknik Elektro:FTI
Chicago Style
.PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTJ SJSTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL ().Teknik Elektro:FTI,2001.Text
MLA Style
.PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTJ SJSTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL ().Teknik Elektro:FTI,2001.Text
Turabian Style
.PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM PENGAPIAN ELEKTRONIK SEBAGAI PENGGANTJ SJSTEM PENGAPIAN KONVENSIONAL ().Teknik Elektro:FTI,2001.Text