// <![CDATA[PERANCANGAN SISTEM PENGERING TEH DENGAN UNGGUN TERFLUIDISASI BERTINGKAT]]> Dr. Ari Darmawan Pasek, Ir. Dosen Pembimbing 1 SUSANTO / 121994064 Penulis
Sistem pengering Teh yang banyak digunakan dewasa ini adalah system pengering yang hanya mengeringkan teh dengan cara melewatkan udara panas pada teh yang diangkut dengan conveyor, dimana kekeringan produk tidak merata dan adanya sistem mekanik yang bergerak menyebabkan biaya perawatan alat pengering lebih tinggi. Bertolak. dari pemikiran tersebut, maka penulis mencoba menerapkan teori perancangan sistem pengering teh dengan unggun terfluidisasi bertingkat yang dapat mengeringkan teh lebib merata dan tidak ada sistem mekanik yang bergerak menyebabkan pemeliharaan yang sederhana, sehmgga dari segi kualitas dan kuantitas teh yang dihasilkan lebih tinggi dan biaya perawatan alat pengering lebih murah. Sistem pengering yang dirancang berkapasitas I kg/s teh basis basah terdiri dari alat penukar kalor. burner, blower, distributor, dan ruang pengering. Prinsip keJja dari pengering ini adalah dengan cara menyemburkan udara panas yang bertemperatur 80°C dan keJembaban relatif sekitar 4% ke dalam ruang pengering untuk mengeringkan teh dari kadar air teh sekitar 80% ke 4%. Dimana dasar-dasar ilmu terrnodinamika, mekanika fluida, perpindahan panas, rwnus empiris dari fluidisasi yang diterapkan dan data mengenai teh yang didapat dari literature "SPILLANE.J.J. KOMODITI TEH" dan bagian R & D PT.SARl LNCOFOOD CORP, sehingga dari perhitungan diperoleb dimensi dari ruang pengering yang terdiri dari 4 stage dengan ukuran panjang dan Iebar (2,5 m x 2,5 m) dengan masing-masing tinggi bed pada saat bcrfluidisasi yaitu: 3,36 m, 2,63 m, 2,01 m, I ,70 m dan distributor yang digunakan adalah jenis nosel dengan jumlah orifis 100 distributor/m2, jumlah lubang untuk setiap distributor 4 lubang dengan diameter 4 mm.