// <![CDATA[ANALISIS DINAMIKA KERETA API DENGAN SOROTAN KHUSUS TERJADINYA PERISTIW A DERAILMENT DAN SLIP]]> Prof. Ir. Partosiswojo Dosen Pembimbing 1 Antoni / 121996061 Penulis
Seringnya terjadi kecelakaan kereta api saat-saat ini membuat kita prihatin. Banyak kerugian yang ditimbulkan akibat adanya kecelakaan ini, baik secara materil maupun korhan jiwa akan membuat kekuranganpercayaan masyarakat akan jasa kereta api akan berkurang, dimana kereta api sudah dikenal sebagai alat transportasi yang murah yang banyak digunakan oleh masyarakat. Kecelakaan kereta api khususnya kecelakaan dimana perangkat roda keluar dari rei (derailment), dapat dibagi menjadi dua yaitu flange climbing derailment dan sudden derailment. Penggunaan emergency brake menimbulkan gaya-gaya lateral dan vertikal akibat adanya keterlambatan pengereman dari kendaraan rei bagian belakang. Perbandingan dari gaya-gaya tersebut sangat berpangaruh dalam terjadinya peristiwa derailment. Peristiwa slip pada perangkat roda penggerak dari lokomotif dapat membuat keausan pada tapak roda sehingga dibutuhkan perawatan tambahan yang memakan biaya dan umur pakai dari rodajuga akan pendek. Keterlambatan dalam pelepasan rem saat start, membuat tahanan kereta api semakin besar. Tahanan yang besar tersebut membutuhkan gaya tarik yang besar supaya rangkaian dapat ditarik. Gaya tarik yang besar sangat memungkink:an untuk melewati batas adhesi (gaya tarik adhesi) sehingga menimbulkan slip pada saat melakukan start. Pada laporan ini akan dilakukan analisis pada kasus derailment yang terjadi pada kereta api Amtrak di Amerika Serikat dan juga pada kasus slip yang terjadi pada kereta api Superbabaranjang di Sumatera Selatan.